PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 453 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Kamis (6/8/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 45 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan titik panas di Riau paling banyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 16 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 14 titik.
"Total titik panas di wilayah Sumatera yang terpantau hari ini sebanyak 453 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat 45 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 16 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 14 titik," kata Ranti Kurniati, Kamis (6/8/2026).
Selain di dua wilayah tersebut, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Pelalawan sebanyak empat titik, Kabupaten Siak empat titik, Kabupaten Kuantan Singingi tiga titik, Kabupaten Kampar dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Dumai.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan BMKG, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 195 titik. Disusul Lampung 77 titik, Bangka Belitung 65 titik, Riau 45 titik, Jambi 29 titik, Kepulauan Riau 18 titik, Bengkulu delapan titik, Sumatera Barat tujuh titik, Sumatera Utara lima titik, dan Aceh empat titik.
"Data titik panas ini merupakan hasil pemantauan satelit yang digunakan sebagai indikator awal untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi," ujar Ranti.