PEKANBARU - Aktivitas titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera kembali menjadi perhatian. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 352 titik panas terdeteksi di Sumatera hingga Minggu (2/8/2026) sore.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira mengatakan, sebaran hotspot masih ditemukan di sejumlah provinsi.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling tinggi, yakni mencapai 129 titik.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Minggu (2/8/2026) sore ada 352 titik,” tutur Yudhistira.
Selain Sumatera Selatan, jumlah hotspot cukup tinggi juga terpantau di Bangka Belitung sebanyak 77 titik, Lampung 36 titik, Aceh 33 titik, dan Riau 25 titik.
Sementara itu, provinsi lain yang turut terdeteksi hotspot yakni Jambi sebanyak 23 titik, Sumatera Barat 11 titik, Kepulauan Riau 10 titik, Sumatera Utara 5 titik, Bengkulu 3 titik, serta sejumlah wilayah lainnya.
Di Provinsi Riau, total terdapat 25 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 11 titik.
Selain itu, sebaran hotspot di Riau meliputi Kota Dumai 1 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, Kabupaten Kampar 1 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik, Kabupaten Siak 1 titik,l Kabupaten Indragiri Hilir 4 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu 4 titik.
Pemantauan titik panas menjadi salah satu indikator awal dalam mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Namun, keberadaan hotspot tidak secara otomatis berarti telah terjadi kebakaran, sehingga diperlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.