PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 243 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan pada Jumat (31/7/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau terpantau memiliki empat titik panas yang tersebar di Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan.
Sebaran hotspot di Riau didominasi Kota Dumai dengan tiga titik, sementara satu titik lainnya berada di Kabupaten Pelalawan. Meski jumlahnya masih relatif sedikit dibandingkan provinsi lain, kondisi ini tetap perlu diwaspadai sebagai indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan total 243 titik panas tersebar di sejumlah wilayah Sumatera.
"Total titik panas di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 243 titik. Di Provinsi Riau terdapat empat titik panas, terdiri atas tiga titik di Kota Dumai dan satu titik di Kabupaten Pelalawan," kata Gita Dewi, Jumat (31/7/2026).
Secara keseluruhan, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 117 titik. Selanjutnya Bangka Belitung 42 titik, Lampung 27 titik, Aceh 17 titik, Sumatera Barat 11 titik, Bengkulu sembilan titik, Jambi sembilan titik, Sumatera Utara enam titik, Kepulauan Riau satu titik, dan Riau empat titik.
BMKG mengimbau seluruh pihak, khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.