PEKANBARU - Pemprov Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah (RPB) kembali menggelar operasi pasar murah untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi. Program ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, dengan menyasar Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay mengatakan operasi pasar murah digelar secara bergilir agar masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Pekan ini akan ada 5 kali operasi pasar murah, mulai Senin hingga Jumat dan tersebar pada dua daerah, yaitu Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru," katanya, Minggu (26/7/2026).
Operasi pasar murah diawali di area Parkir Plaza Bangkinang, Kabupaten Kampar. Selanjutnya, pada Selasa (28/7), kegiatan akan digelar di halaman Masjid Babussalam, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.
"Pada Rabu, 29 Juli di halaman Kantor Lurah Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru," katanya.
Kegiatan kemudian berlanjut pada Kamis (30/7) di halaman Kantor Lurah Tangkerang Tengah, Pekanbaru, dan ditutup pada Jumat (31/7) di Gedung Serbaguna, Jalan Mujair Raya, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai.
Ade Putra menjelaskan, operasi pasar murah menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga kelancaran distribusi pangan dan stabilitas harga di pasaran.
"Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan," katanya.
Dalam operasi pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP dijual seharga Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram. Beras Anak Daro dan Beras Sokan dibanderol Rp165 ribu per 10 kilogram atau Rp83 ribu per 5 kilogram.
"Untuk gula pasir dibandrol dengan harga Rp18rb per kg, minyak goreng kemasan Minyakita Rp15.500 per bungkus," ujarnya.
Selain itu, tersedia garam Krista seharga Rp2.000 per kemasan 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per kemasan 250 gram, serta telur ayam Rp49 ribu per papan.
PT RPB juga mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja agar datang sesuai jadwal, mengantre dengan tertib, serta membawa kantong belanja dari rumah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
"Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik," pungkasnya.