PEKANBARU – Aktivitas titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera terpantau mencapai 121 titik pada Sabtu (25/7/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hotspot terendah, yakni hanya satu titik yang terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Data tersebut disampaikan Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, sebaran hotspot pada Sabtu sore lebih banyak terkonsentrasi di sejumlah wilayah bagian selatan Sumatera.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Sabtu (25/7/2026) sore ada 121 titik,” ungkap Indah.
Lampung menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 45 titik. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Selatan dengan 41 titik panas.
Sementara itu, Aceh terpantau memiliki sembilan hotspot, disusul Kepulauan Riau sebanyak delapan titik dan Bangka Belitung tujuh titik. Bengkulu dan Jambi masing-masing mencatat lima titik panas.
Adapun Riau berada pada posisi terendah dalam pemantauan tersebut dengan satu hotspot. Titik panas itu terdeteksi berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.
Secara keseluruhan, sebaran hotspot di Sumatera pada Sabtu sore menunjukkan adanya konsentrasi titik panas yang cukup tinggi di Lampung dan Sumatera Selatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran lebih tinggi.
Meski jumlah hotspot tidak secara otomatis menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan, keberadaan titik panas tetap menjadi indikator awal yang perlu diverifikasi di lapangan.
Pemantauan secara berkala diperlukan untuk memastikan apakah hotspot tersebut berkaitan dengan kebakaran atau faktor lain.
Rendahnya jumlah hotspot di Riau menjadi perkembangan positif dalam pemantauan kondisi karhutla.
Dari 121 titik panas yang tersebar di Sumatera, hanya satu yang terdeteksi di provinsi tersebut, tepatnya di Kabupaten Indragiri Hulu.
Data sebaran hotspot Sumatera pada Sabtu sore meliputi, Aceh 9 hotspot, Bengkulu 5 hotspot, Jambi 5 hotspot, Lampung 45 hotspot, Sumatera Selatan 41 hotspot, Kepulauan Riau 8 hotspot, Bangka Belitung 7 hotspot dan Riau 1 hotspot, terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu.
Meskipun Riau mencatat hanya satu hotspot, pemantauan dan verifikasi lapangan tetap menjadi langkah penting untuk memastikan tidak terjadi perkembangan kebakaran yang lebih luas.