PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 186 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Sabtu (25/7/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang tujuh titik panas yang tersebar di tiga daerah.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit, titik panas di Riau paling banyak terpantau di Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera sebanyak 186 titik. Rinciannya, Aceh 14 titik, Bengkulu 14 titik, Jambi 29 titik, Lampung 35 titik, Sumatera Barat 13 titik, Sumatera Selatan 55 titik, Sumatera Utara 7 titik, Kepulauan Riau 2 titik, Bangka Belitung 10 titik, dan Riau 7 titik," kata Ranti, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, dari tujuh hotspot di Riau tersebut, tiga titik berada di Kota Dumai, tiga titik di Kabupaten Pelalawan, dan satu titik lainnya berada di Kabupaten Bengkalis.
"Di Provinsi Riau, titik panas terpantau masing-masing tiga titik di Kota Dumai, tiga titik di Kabupaten Pelalawan, serta satu titik di Kabupaten Bengkalis," ujarnya.
Data BMKG menunjukkan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 55 titik, disusul Lampung 35 titik dan Jambi 29 titik. Keberadaan hotspot ini menjadi salah satu indikator awal yang terus dipantau sebagai upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.