PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera terpantau mencapai 86 titik pada Kamis (23/7/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau tercatat hanya menyumbang dua titik panas yang terdeteksi berada di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.
Data tersebut disampaikan Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati. Meski jumlah hotspot di Riau relatif rendah dibanding sejumlah provinsi lain di Sumatera, pemantauan tetap diperlukan mengingat titik panas dapat menjadi indikator awal munculnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kondisi cuaca mendukung.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, hotspot di Sumatera pada Kamis sore tersebar di 10 provinsi.
Aceh menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 31 titik. Kemudian, Sumatera Selatan 16 titik, Bangka Belitung 10 titik dan Jambi 7 titik.
Selanjutnya, Bengkulu 6 titik, Lampung 5 titik, Sumatera Barat 5 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Riau 2 titik dan Sumatera Utara 1 titik.
Sementara itu, dua hotspot yang terdeteksi di Riau masing-masing berada di Kabupaten Pelalawan satu titik dan Kabupaten Siak satu titik.
Ranti Kurniati menyampaikan, total hotspot yang terpantau di wilayah Sumatera pada Kamis sore mencapai 86 titik.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Kamis (23/7/2026) sore ini ada 86 titik," ujar Ranti Kurniati.
Rendahnya jumlah hotspot di Riau menjadi salah satu catatan penting dalam pemantauan kondisi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.
Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, hanya dua titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau, yakni masing-masing satu titik di Pelalawan dan Siak.
Meski demikian, keberadaan hotspot tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai kebakaran hutan dan lahan.
Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang perlu diverifikasi lebih lanjut dengan kondisi lapangan dan data pendukung lainnya.