PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 242 titik panas (hotspot) terpantau di Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan satelit pada Rabu (15/7/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang delapan titik panas yang tersebar di lima kabupaten.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir, mengatakan delapan titik panas di Riau masing-masing berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak tiga titik, Kabupaten Siak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Bengkalis.
"Total titik panas di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 242 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat delapan titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan satu titik, Indragiri Hulu tiga titik, Indragiri Hilir satu titik, Bengkalis satu titik, dan Siak dua titik," ujar Yasir, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 72 titik. Disusul Bangka Belitung sebanyak 60 titik, Jambi 43 titik, Bengkulu 19 titik, Lampung 17 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Riau delapan titik, Aceh tujuh titik, Sumatera Utara enam titik, dan Kepulauan Riau satu titik.
Yasir mengatakan pemantauan hotspot terus dilakukan sebagai langkah dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memasuki musim kemarau.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan hotspot akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya deteksi dini sehingga potensi karhutla dapat dicegah sedini mungkin," katanya.