PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di Pulau Sumatera mengalami penurunan pada Senin (13/7/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total hotspot di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 47 titik.
Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 29 titik. Sementara Provinsi Riau hanya terdeteksi tiga titik panas yang tersebar di dua kabupaten/kota.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, sebaran hotspot di Sumatera masih didominasi oleh Sumatera Selatan.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Senin sore terpantau sebanyak 47 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat tiga titik panas, yakni dua titik di Kota Dumai dan satu titik di Kabupaten Pelalawan," ujar Yasir.
Secara keseluruhan, distribusi hotspot di Pulau Sumatera meliputi Bengkulu satu titik, Jambi tiga titik, Lampung lima titik, Sumatera Selatan 29 titik, Sumatera Barat dua titik, Sumatera Utara satu titik, Kepulauan Bangka Belitung tiga titik, dan Riau tiga titik.
Dibandingkan beberapa hari sebelumnya, jumlah hotspot di Riau menunjukkan tren yang lebih rendah.
Meski demikian, keberadaan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila didukung kondisi cuaca yang kering dan angin kencang.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot melalui citra satelit sebagai bagian dari upaya deteksi dini potensi karhutla di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Riau yang memasuki periode rawan kebakaran.