PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 268 titik panas (hotspot) tersebar di Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan pada Senin (13/7/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau tercatat memiliki 9 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan secara keseluruhan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 98 titik, disusul Aceh 35 titik, Bangka Belitung 33 titik, Sumatera Utara 27 titik, Jambi 24 titik, Bengkulu 17 titik, Sumatera Barat 12 titik, Lampung 11 titik, Riau 9 titik, dan Kepulauan Riau 2 titik.
"Total titik panas di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 268 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat 9 titik panas yang tersebar di sejumlah daerah," ujar Elisa JS Kedang, Senin (13/7/2026).
Di Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 3 titik. Selanjutnya Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing terdeteksi 2 titik panas. Sementara Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Dumai masing-masing terpantau 1 titik panas.
BMKG mengingatkan bahwa keberadaan titik panas merupakan indikator awal yang perlu diwaspadai karena berpotensi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin.
"Pemantauan titik panas terus dilakukan secara berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera, termasuk di Provinsi Riau," tutup Elisa.