PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 80 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Minggu (12/7/2026). Dari jumlah tersebut, delapan titik berada di Provinsi Riau yang tersebar di lima kabupaten/kota.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 28 titik. Disusul Aceh dan Bangka Belitung masing-masing 10 titik, Jambi sembilan titik, Riau delapan titik, Sumatera Barat enam titik, Sumatera Utara empat titik, Lampung tiga titik, serta Bengkulu dua titik.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 80 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat delapan titik panas yang tersebar di lima kabupaten/kota," kata Ranti Kurniati, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, delapan titik panas di Riau masing-masing terpantau satu titik di Kota Dumai, dua titik di Kabupaten Pelalawan, tiga titik di Kabupaten Rokan Hilir, satu titik di Kabupaten Rokan Hulu, dan satu titik di Kabupaten Indragiri Hulu.
Dengan jumlah tiga hotspot, Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan titik panas terbanyak di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan terbaru BMKG. Sementara Kabupaten Pelalawan tercatat memiliki dua hotspot, sedangkan Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hulu masing-masing satu titik.
BMKG mengingatkan seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang terpantau memiliki titik panas. Pemantauan hotspot terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kebakaran.