PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 179 titik panas (hotspot) terpantau di Pulau Sumatera berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Minggu (12/7/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau hanya terdeteksi memiliki satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengatakan jumlah hotspot terbanyak terpantau di Provinsi Aceh dengan 61 titik, disusul Bangka Belitung 35 titik, Sumatera Selatan 31 titik, dan Lampung 23 titik.
Sementara itu, Jambi terpantau memiliki 10 titik panas, Sumatera Barat delapan titik, Sumatera Utara lima titik, serta Bengkulu lima titik.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera sebanyak 179 titik. Untuk Provinsi Riau terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu," kata Deby, Minggu (12/7/2026).
Meski jumlah hotspot di Riau tergolong rendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera, BMKG mengimbau seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau.
Pemantauan hotspot secara rutin dilakukan sebagai salah satu langkah deteksi dini terhadap potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat oleh instansi terkait.