www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Dugaan Mark-Up Harga Seragam SMA Negeri, FITRA Minta Pemprov Riau Tindak Tegas
Jumat, 26 Juni 2026 - 22:03:08 WIB
Dugaan mark-up anggaran seragam SMA negeri di Riau.(ilustrasi/int)
Dugaan mark-up anggaran seragam SMA negeri di Riau.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Dugaan penggelembungan harga seragam di sejumlah SMA Negeri di Provinsi Riau mendapat perhatian serius dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau.

Lembaga tersebut menilai kasus ini bukan sekadar persoalan harga, tetapi juga menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan bebas dari praktik pungutan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Manager Riset dan Advokasi FITRA Riau, Sartika, mengapresiasi langkah Inspektorat bersama Pemerintah Provinsi Riau yang berhasil mengungkap dugaan mark-up harga seragam sekolah.

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan pentingnya fungsi pengawasan agar biaya pendidikan tidak semakin membebani orang tua siswa.

"Kasus ini perlu menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah besarnya komitmen anggaran pendidikan Provinsi Riau yang telah mencapai lebih dari 20 persen dari total belanja daerah," ujar Sartika, Jumat (26/6/2026).

Sartika menegaskan, besarnya alokasi anggaran pendidikan seharusnya berdampak pada meningkatnya kualitas layanan pendidikan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan demikian, kebutuhan dasar peserta didik tidak lagi menjadi beban tambahan bagi wali murid.

Menurut FITRA Riau, dugaan mark-up harga seragam dapat mengarah pada pungutan yang menyimpang apabila terdapat konflik kepentingan antara pihak sekolah, komite sekolah, maupun penyedia barang.

Risiko tersebut semakin besar apabila proses penentuan harga tidak dilakukan secara terbuka dan terdapat unsur pengambilan keuntungan dari kebutuhan pokok pendidikan.

"Praktik semacam ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan," kata Sartika.

FITRA Riau pun mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar berhati-hati dalam melakukan pengumpulan dana dari orangtua siswa.

Setiap bentuk pungutan harus memiliki dasar hukum yang jelas, tidak bersifat wajib, tidak dijadikan syarat memperoleh layanan pendidikan, dilakukan secara transparan, disepakati bersama orang tua dan komite sekolah, serta tidak memberikan keuntungan kepada pihak tertentu.

Selain itu, organisasi tersebut mendorong Pemprov Riau dan Disdik memperkuat sistem pengawasan melalui penyusunan pedoman pungutan sekolah yang lebih jelas dan peningkatan fungsi pengawasan oleh inspektorat.

Kemudian, keterbukaan informasi kepada masyarakat, penyediaan kanal pengaduan, peningkatan kapasitas tata kelola sekolah, hingga penerapan sanksi tegas bagi pelanggaran yang terbukti.

Bagi FITRA Riau, kasus dugaan penggelembungan harga seragam ini harus dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pendidikan di Provinsi Riau.

"Keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan layanan pendidikan semakin berkualitas, transparan, dan mampu mengurangi beban biaya yang ditanggung masyarakat," tutup Sartika.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ist.BEKAWAN BRK Syariah Perluas Akses Pembayaran PBB dan Retribusi Daerah Digital di Karimun
Polisi bakar rakit PETI di Kuansing.(foto: mcr)Polres Kuansing Musnahkan 23 Peralatan PETI, Tak Satu pun Pelaku Diamankan
Warga binaan Lapas Bagansiapiapi jalani pemeriksaan kesehatan.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Periksa Kesehatan Warga Binaan, Ini Hasilnya
Perhotelan di Riau lesu.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Hotel di Riau Masih Lesu, PHRI Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran hingga Akhir 2026
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(infografis/halloriau.com)167 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Bagaimana Kondisi Riau Sore Ini?
  Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)Kejar Realisasi 90 Persen, Pemprov Riau Hadapi PR Utang Tunda Bayar dan Jalan Rusak
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari (foto/int)Astindo Riau Bidik Momentum Libur Akhir Tahun, Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.(foto: int)Sabarudi Dukung Rotasi Pejabat Pekanbaru, Kinerja Nyata Jadi Tantangan
Warga binaan Rohil kembali belajar di kelas.(foto: afrizal/halloriau.com)Lapas Bagansiapiapi Buka Jalan Pendidikan bagi Warga Binaan Lewat Kelas Lentera Asa
Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaeman.(foto: barkah/halloriau.com)Anak Muda Ramaikan Pasar Modal Riau, Seberapa Siap Hadapi Risiko Investasi?
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved