PEKANBARU – BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 14 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Kamis (25/6/2026). Jumlah tersebut menjadikan Riau sebagai salah satu daerah dengan hotspot terbanyak di Pulau Sumatera.
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan berdasarkan pemantauan satelit, total terdapat 51 titik panas yang terdeteksi di wilayah Sumatera.
"Berdasarkan hasil pemantauan, total titik panas di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 51 titik," kata Bella R. Adelia, Kamis (25/6/2026).
Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak yakni 15 titik, disusul Riau 14 titik, Kepulauan Bangka Belitung 12 titik, Jambi 8 titik, serta masing-masing satu titik di Aceh dan Sumatera Utara.
Di Provinsi Riau, sebaran titik panas terpantau berada di tujuh kabupaten dan kota. Kabupaten Siak menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni lima titik.
"Sebaran titik panas di Riau terdeteksi di Kabupaten Siak sebanyak lima titik, Kabupaten Rokan Hilir tiga titik, Kabupaten Kampar dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kota Dumai," ujar Bella.
BMKG mengingatkan bahwa keberadaan hotspot merupakan indikator awal yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang mengalami kondisi cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang terdeteksi titik panas guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tambahnya.
Pemantauan hotspot terus dilakukan secara berkala melalui citra satelit untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan dini terhadap potensi karhutla di wilayah Riau maupun Sumatera secara umum.