PEKANBARU – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT SPR Trada menetapkan Aspandiar sebagai Komisaris dan Suwandi sebagai Direktur perusahaan. Keputusan tersebut diambil dalam RUPS-LB yang digelar di Pekanbaru, Rabu (24/6/2026).
Keduanya menggantikan Tata Haira dan Ramli Walid yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama dan Komisaris PT SPR Trada berdasarkan hasil RUPS-LB pada Oktober 2025 lalu.
Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), Muhammad Haris Kampai, menyampaikan keyakinannya bahwa jajaran pimpinan baru mampu membawa PT SPR Trada berkembang lebih baik ke depan.
“Saya yakin mereka ini akan mampu mengangkat PT Trada jauh lebih baik lagi ke depan,” ujar Haris usai pelaksanaan RUPS-LB di Kantor SPR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Menurut Haris, para pemegang saham memberikan kepercayaan kepada Aspandiar dan Suwandi untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Karena itu, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengoptimalkan berbagai peluang usaha yang sesuai dengan lini bisnis perusahaan, mulai dari sektor perdagangan, pertanian, hingga kehutanan.
“Potensi yang bisa dikembangkan masih sangat besar. Karena itu kami meminta manajemen baru untuk segera berbenah, berinovasi, dan mempercepat pertumbuhan perusahaan,” katanya.
Haris menegaskan, penunjukan kedua pimpinan baru tersebut telah melalui proses kajian dan pertimbangan yang matang tanpa adanya kepentingan tertentu.
Sebagai bentuk pengawasan terhadap kinerja perusahaan, manajemen PT SPR Trada akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap program kerja mampu menghasilkan capaian yang terukur dan berdampak nyata bagi perkembangan perusahaan.
“Setiap laporan harus menunjukkan progres yang jelas, bukan hanya sebatas laporan di atas kertas. Jika dalam satu tahun tidak ada perubahan signifikan, tentu akan ada evaluasi sesuai kebutuhan perusahaan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh jajaran manajemen di lingkungan SPR memiliki target kinerja yang sama, yakni meningkatkan performa perusahaan dan memberikan kontribusi dalam bentuk deviden kepada daerah.
“Tidak ada istilah anak emas. Bahkan saya sendiri diberikan target oleh pemegang saham untuk bekerja dan menghasilkan deviden bagi daerah,” ujarnya.
Selain melakukan penyegaran manajemen di PT SPR Trada, SPR juga akan melanjutkan agenda serupa pada anak perusahaan lainnya.
Haris mengungkapkan, RUPS-LB PT SPR Cipta Lestari dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/6/2026) di Kantor SPR Pekanbaru sebagai bagian dari proses restrukturisasi perusahaan.
“Insyaallah pada Jumat mendatang akan dilaksanakan RUPS-LB PT SPR Cipta Lestari. Target kami seluruh proses penyegaran direksi anak perusahaan dapat tuntas dalam bulan ini,” katanya.
Dengan rampungnya proses restrukturisasi tersebut, SPR berharap seluruh anak perusahaan dapat segera menyusun dan menjalankan program kerja yang lebih terarah guna meningkatkan kinerja perusahaan sesuai target yang telah ditetapkan.(*)