PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru kembali memantau kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.
Hingga Selasa sore (23/6/2026), tercatat sebanyak 27 hotspot tersebar di beberapa provinsi, dengan Riau menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian karena menyumbang enam titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, titik panas di Sumatera tersebar di tujuh provinsi.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Selasa sore terpantau sebanyak 27 titik," ujar Bella Rizky Adelia.
Dari keseluruhan data tersebut, Provinsi Riau mencatat enam hotspot.
Sebaran titik panas berada di tiga daerah, yakni Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kota Dumai 2 titik, dan Kabupaten Siak 3 titik.
Kabupaten Siak menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau pada pemantauan sore hari ini.
Sementara itu, secara regional, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung masing-masing mencatat lima titik panas.
Aceh terdeteksi tiga hotspot, Lampung dua hotspot, serta Bengkulu satu hotspot.
Keberadaan hotspot menjadi indikator awal yang digunakan dalam sistem pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, tidak seluruh titik panas dapat langsung dikategorikan sebagai kejadian kebakaran karena masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mendukung upaya mitigasi dan pencegahan karhutla, terutama di wilayah yang memasuki periode cuaca relatif kering.
Pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di daerah yang terdeteksi memiliki konsentrasi hotspot lebih tinggi.