PEKANBARU – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade bersama Sekretaris Jenderal DPP IKM Braditi Moulevey mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKM kabupaten dan kota se-Provinsi Riau dalam agenda bertajuk Rang Minang Baralek Gadang dan Pengukuhan DPD IKM se-Provinsi Riau yang digelar di GOR Tribuana, Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi perantau Minang di Provinsi Riau. Pengurus yang dilantik berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, Kampar, dan Kota Pekanbaru. Sementara itu, kepengurusan dari lima kabupaten/kota lainnya dijadwalkan menyusul pada kesempatan berikutnya.
Pada agenda yang sama, Ketua DPW IKM Riau Suhatmansyah juga melantik jajaran Bundo Kanduang DPW IKM Riau.
Ribuan perantau Minang memadati GOR Tribuana untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan tersebut. Hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi yang mewakili Gubernur Riau, Anggota DPR RI Dapil Riau M. Rahul, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Bupati Limapuluh Kota Safni, sejumlah kepala daerah dari Riau dan Sumatera Barat, tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, serta pengurus IKM dari berbagai daerah.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan tambua tasa dan tari pasambahan yang menjadi bagian dari tradisi budaya Minangkabau. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga mempertegas peran IKM sebagai wadah pemersatu masyarakat Minang di perantauan yang berkomitmen menjaga budaya sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Andre Rosiade menegaskan bahwa IKM harus menjadi kekuatan pemersatu sekaligus motor penggerak pembangunan bagi masyarakat Minang di mana pun berada.
Ia juga menyampaikan sejumlah gagasan strategis yang diyakini mampu memperkuat hubungan ekonomi antara Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau.
Menurut Andre, pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru harus menjadi prioritas karena akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kedua daerah. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, proyek tersebut diyakini mampu meningkatkan sektor pariwisata Sumatera Barat dan memperlancar distribusi hasil pertanian, peternakan, serta perikanan ke Riau.
Andre mengungkapkan optimismenya bahwa pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp29 triliun.
"Insya Allah awal 2027 pemerintah Presiden Prabowo akan memulai pembangunan Sicincin-Bukittinggi tahap pertama. Setelah itu kita perjuangkan terus sampai tersambung menuju perbatasan Riau. Ini cita-cita besar yang akan memberi manfaat bagi masyarakat Sumbar dan Riau," ujar Andre yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Selain proyek jalan tol, Andre juga menyampaikan rencana pengembangan jaringan Kereta Api Trans Sumatera yang diharapkan dapat menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Sumatera, termasuk jalur menuju perbatasan Sumatera Barat dan Riau.
Tak hanya berbicara mengenai pembangunan kawasan regional, Andre juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Kota Pekanbaru. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho terkait upaya mempercantik sejumlah kawasan strategis kota melalui sinergi berbagai program pembangunan.
"Yang terpenting bagi IKM adalah bagaimana perantau Minang bisa memberi manfaat di mana pun berada. Kita ingin terus memperkuat persaudaraan sekaligus ikut membantu pembangunan daerah," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengapresiasi kontribusi masyarakat Minang yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, hubungan antara Riau dan Sumatera Barat bukan sekadar hubungan geografis sebagai provinsi bertetangga, melainkan hubungan historis yang telah terjalin kuat selama puluhan tahun.
Syahrial menyebut masyarakat Minang merupakan salah satu kelompok etnis terbesar di Kota Pekanbaru yang memiliki kontribusi signifikan di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, jasa, pemerintahan hingga dunia usaha.
"Baralek Gadang ini bukan hanya pertemuan keluarga Minangkabau, tetapi perayaan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Ranah Minang dan Bumi Lancang Kuning. Kontribusi masyarakat Minang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Riau. Kami berharap jaringan besar IKM dapat terus memperkuat sektor usaha, perdagangan, ekonomi syariah dan pengembangan UMKM di Provinsi Riau," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan serta pelantikan pengurus DPD IKM se-Provinsi Riau.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat persaudaraan masyarakat Minang di perantauan yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
"Bank Nagari siap terus bersinergi dengan IKM dan mendukung aktivitas positif masyarakat Minang di perantauan. Kami berharap semakin banyak perantau Minang di Riau yang mempercayakan layanan keuangannya kepada Bank Nagari," kata Roni.
Anggota DPR RI Dapil Riau M. Rahul juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menilai IKM memiliki peran strategis sebagai wadah silaturahmi sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
Rahul turut mengapresiasi kepemimpinan Andre Rosiade yang dinilai berhasil memperkuat organisasi IKM di berbagai wilayah Indonesia.
"Saya mengapresiasi Bang Andre Rosiade yang terus memperkuat kebersamaan masyarakat Minang di seluruh Indonesia. Kami berharap Bang Andre semakin sering datang ke Riau dan bersama-sama membantu percepatan pembangunan daerah ini," ujarnya.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga memberikan apresiasi atas pengukuhan pengurus DPD IKM se-Riau. Menurutnya, masyarakat Minang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.
Ia berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjadikan IKM sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan, memperluas kolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
"IKM harus terus menjadi rumah besar yang mampu menyatukan masyarakat Minang sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah," tutupnya.