PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi keberadaan 37 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera pada Sabtu (20/6/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau terpantau memiliki tiga titik panas yang seluruhnya berada di wilayah Kota Dumai.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit, sebaran titik panas masih didominasi oleh Provinsi Sumatera Selatan.
“Total titik panas wilayah Sumatera sebanyak 37 titik. Sebaran terbanyak terdapat di Sumatera Selatan dengan 22 titik,” ujar Mari Frystine, Sabtu (20/6/2026).
Selain Sumatera Selatan, BMKG juga mencatat delapan titik panas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, masing-masing satu titik panas terdeteksi di Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
Untuk Provinsi Riau, BMKG menemukan tiga titik panas yang seluruhnya berada di Kota Dumai.
“Riau terpantau memiliki tiga titik panas yang berada di wilayah Kota Dumai,” jelas Mari Frystine.
Adapun rincian sebaran titik panas di Pulau Sumatera meliputi Jambi satu titik, Sumatera Barat satu titik, Sumatera Selatan 22 titik, Bengkulu satu titik, Kepulauan Bangka Belitung delapan titik, Lampung satu titik, dan Riau tiga titik.
Kemunculan hotspot menjadi salah satu indikator awal yang digunakan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki periode cuaca kering. Meski demikian, tidak seluruh titik panas dapat dipastikan sebagai kejadian kebakaran karena masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan titik panas di wilayah Sumatera, termasuk di Riau, guna mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitarnya,” tutup Mari Frystine.