PEKANBARU – BMKG Stasiun Pekanbaru kembali mencatat sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Riau. Berdasarkan pemantauan satelit pada Rabu (17/6/2026), terdeteksi tujuh titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan dan Kampar.
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, menyebut secara keseluruhan jumlah titik panas yang terpantau di Pulau Sumatera mencapai 104 titik.
"Berdasarkan hasil pemantauan satelit, total titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera pada hari ini mencapai 104 titik," kata Alfa Nataris, Rabu (17/6/2026).
Ia mengatakan, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 24 titik. Disusul Sumatera Utara sebanyak 21 titik, Jambi dan Sumatera Barat masing-masing 16 titik, Aceh 15 titik, Riau 7 titik, Bangka Belitung 4 titik, serta Lampung 1 titik.
Sementara itu untuk wilayah Riau, hotspot terdeteksi berada di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar.
"Di Riau terpantau sebanyak tujuh titik panas. Rinciannya empat titik berada di Kabupaten Pelalawan dan tiga titik lainnya berada di Kabupaten Kampar," jelasnya.
Meski jumlah hotspot di Riau masih relatif rendah dibandingkan beberapa provinsi lain di Sumatera, BMKG mengingatkan seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas.
"Kami mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan, karena titik panas yang terpantau dapat menjadi indikator adanya aktivitas pembakaran maupun potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Alfa.
BMKG memastikan pemantauan hotspot akan terus dilakukan secara berkala guna mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, terutama menjelang periode cuaca yang lebih kering di sejumlah wilayah.