PEKANBARU - Peta sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera menunjukkan anomali yang cukup kontras pada pertengahan tahun ini.
Di saat sejumlah provinsi mulai mendeteksi lonjakan suhu permukaan yang signifikan, Provinsi Riau justru berhasil mempertahankan kondisi wilayahnya tetap bersih dari indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Pekanbaru pada Senin sore (8/6/2026), total titik panas yang terpantau di seluruh daratan Sumatera mencapai 60 titik.
Dari jumlah tersebut, lonjakan paling agresif terjadi di wilayah bagian selatan pulau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menjelaskan, konsentrasi hotspot saat ini berpusat di Provinsi Sumatera Selatan, sementara wilayah utara dan tengah cenderung lebih terkendali, bahkan bersih.
"Total titik panas wilayah Sumatera sore ini tercatat ada 60 titik. Lonjakan paling tinggi berada di Sumatera Selatan dengan 44 titik panas," ucap Yasir.
Sebaran 60 titik panas di Sumatera sore ini meliputi, Sumatera Selatan 44 titik, Aceh 7 titik, Sumatera Utara 3 titik, Bengkulu 3 titik, Lampung 2 titik, Jambi 1 titik.
Sedangkan Riau nihil titik panas. Meski demikian, BMKG Pekanbaru tetap mengimbau seluruh pihak dan masyarakat di Riau untuk tidak lengah.
Perubahan pola angin dan fluktuasi cuaca yang dinamis di pertengahan tahun 2026 ini menuntut kewaspadaan dini yang berkelanjutan agar status "nihil" ini dapat terus dipertahankan sepanjang musim kemarau.