PEKANBARU - Sebanyak 94 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera berdasarkan pemantauan terbaru hingga pukul 23.00 WIB. Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 41 titik panas, disusul Riau dengan 18 titik panas dan Aceh sebanyak 13 titik panas.
Data pemantauan menunjukkan titik panas juga terdeteksi di sejumlah provinsi lainnya, antara lain Lampung 6 titik, Jambi 5 titik, Sumatera Utara 4 titik, Bengkulu 3 titik, serta Sumatera Barat dan Bangka Belitung masing-masing 2 titik.
Di Provinsi Riau, sebaran 18 titik panas ditemukan di lima kabupaten. Kabupaten Rokan Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 10 titik panas. Sementara itu, Kabupaten Siak tercatat memiliki 3 titik panas, Kabupaten Bengkalis 2 titik panas, Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik panas, dan Kabupaten Pelalawan 1 titik panas.
"Pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 94 titik panas di wilayah Sumatera. Di Provinsi Riau terdeteksi 18 titik panas yang tersebar di Kabupaten Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu," demikian berdasarkan data pemantauan hotspot terbaru.
Meningkatnya jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memasuki periode cuaca kering. Pemantauan dan langkah antisipasi terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.