SIAK – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden yang melibatkan satu unit Toyota Hiace dan dump truk Hino tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia serta lima lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan petugas langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan kecelakaan.
"Personel Satuan PJR Ditlantas Polda Riau yang sedang bertugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi korban. Petugas juga mengamankan tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas, serta berkoordinasi dengan pihak medis untuk memberikan pertolongan secepatnya kepada para korban," kata Jeki.
Menurutnya, keselamatan dan penyelamatan korban menjadi prioritas utama petugas di lapangan. Para korban yang selamat segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja, melakukan olah TKP dan pendalaman guna mengetahui secara pasti penyebab serta kronologi lengkap kecelakaan tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kecelakaan bermula saat Toyota Hiace BH 7013 RU yang membawa sembilan penumpang melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri jalan tol.
"Sesampainya di KM 46+200 Jalur A Tol Pekanbaru-Dumai, diduga pengemudi Toyota Hiace mengalami microsleep sehingga kendaraan menabrak bagian belakang dump truk Hino yang sedang bergerak di depannya," jelas Eko.
Benturan keras mengakibatkan pengemudi Hiace, Roka Munanda (30), meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga penumpang lainnya yang turut meninggal dunia di tempat adalah Tabrani (60), Nuraini (55), dan Usman R (80).
Sementara itu, korban bernama Rasmida (57) meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di Klinik Kasih Ibu.
Lima penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang bervariasi. Beberapa korban bahkan harus dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Polda Riau menilai faktor kelelahan dan mengantuk masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalan tol. Karena itu, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan bersama pengelola jalan tol.
"Kami sudah melakukan beberapa upaya, antara lain berkoordinasi dengan Hutama Karya untuk mengaktifkan public address di gerbang tol sebagai sarana imbauan keselamatan kepada pengguna jalan. Selain itu, kami juga meminta pemasangan pita kejut pada beberapa titik rawan kecelakaan di ruas tol," katanya.
Selain pemasangan fasilitas keselamatan, personel Patroli Jalan Raya (PJR) juga diminta meningkatkan upaya preventif saat bertugas, terutama pada jam-jam rawan kecelakaan.
"Setiap melaksanakan patroli pada waktu-waktu rawan laka, anggota PJR kami instruksikan untuk menyalakan sirene sebagai bentuk pencegahan dan pengingat bagi pengemudi yang berpotensi mengalami kelelahan atau mengantuk saat berkendara di jalan tol," tambahnya.
AKBP Eko mengingatkan para pengendara agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
"Silakan manfaat rest area yang tersedia di tol untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan memaksa untuk tetap mengemudi, jika dalam kondisi lelah atau mengantuk karena sangat berisiko terhadap keselamatan. Sudah beberapa kali kasus kecelakaan di tol akibat pengemudi mengantuk," pungkasnya.