PEKANBARU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau mencatat penghimpunan zakat mencapai Rp27 miliar sepanjang Januari hingga Mei 2026. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target penghimpunan zakat tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp70,4 miliar.
Kepala Baznas Riau, Masriadi Hasan, mengatakan dari total zakat yang telah terkumpul, sekitar 85 persen di antaranya sudah disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program unggulan seperti Riau Sehat, Riau Cerdas, Riau Makmur, Riau Peduli, dan Riau Dakwah.
"Tahun sebelumnya target Rp61 miliar dan tercapai 100 persen. Tahun ini sudah hampir setengah waktunya walaupun berat kita harapkan bisa tercapai estimasi Rp70,4 miliar," katanya di Pekanbaru, Kamis.
Masriadi menjelaskan, zakat yang dihimpun tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif kepada fakir miskin, tetapi juga digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif.
Salah satu program yang menjadi andalan adalah Z Mart, yakni program pembinaan usaha kecil rumahan agar mampu berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga. Melalui program tersebut, pelaku usaha mendapatkan bantuan modal hingga dukungan ketersediaan barang dagangan.
Untuk mengikuti program tersebut, usaha yang dijalankan harus telah beroperasi minimal satu tahun dan pemiliknya merupakan masyarakat Riau.
"Yang dibantu sudah banyak, tapi karena ini berdagang ada persoalan mentalitas usaha. Ada yang diberi kadang tak berkembang," ungkapnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, Baznas Riau juga fokus pada sektor pendidikan melalui Program Riau Cerdas. Program ini menyasar pelajar, mahasiswa hingga kegiatan penelitian.
Pada tahun 2026, Baznas Riau menyediakan lebih dari 1.600 kuota bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang memenuhi syarat.
"Penerima harus orang Riau, kuliah boleh di luar daerah seperti ada di timur tengah. Kriteria yang mendapatkan adalah kurang mampu dan prestasi, kita lihat dulu kebutuhan keluarga dan prestasi akademik. Penerima bisa dari dinas pendidikan dan perorangan bisa mendaftar," ucapnya.
Di bidang kesehatan, Program Riau Sehat hadir membantu masyarakat kurang mampu yang menghadapi persoalan biaya pengobatan, baik di dalam maupun luar Provinsi Riau. Program ini ditujukan bagi warga miskin yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
"Ketika seseorang harus merawat anak dengan biaya yang sangat besar dan kemungkinannya tidak bisa didapatkan biayanya kecuali dengan cara dibantu. Sebagai lembaga sosial Baznas Riau hadir di sana," tambahnya.
Melalui berbagai program tersebut, Baznas Riau berharap zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membantu warga keluar dari persoalan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang dihadapi.