PEKANBARU - Memasuki awal bulan Juni 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera mulai menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi puluhan titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai provinsi, dengan lonjakan paling mencolok berada di wilayah Sumatera Selatan.
Berdasarkan data pencitraan satelit terbaru yang dirilis pada Senin (1/6/2026) sore, total terdapat 51 titik panas yang mengepung wilayah Sumatera.
Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan mendominasi dengan menyumbang hampir separuh dari total titik yang terdeteksi.
"Total titik panas wilayah Sumatera, Senin sore ada 51 titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy.
Peta sebaran hotspot BMKG menunjukkan aktivitas termal yang bervariasi di beberapa provinsi.
Rincian wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas pada Senin sore ini meliputi Sumatera Selatan 25 titik, Aceh 8 titik, Riau 8 titik, Lampung 5 titik, Jambi 4 titik dan Bengkulu 1 titik.
Sementara itu, untuk Provinsi Riau, konsentrasi titik panas terpantau sangat spesifik.
Berbeda dengan periode sebelumnya yang cenderung tersebar merata, kali ini seluruh hotspot di Bumi Lancang Kuning mengelompok di Kabupaten Rohil.
Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari Satgas Karhutla daerah setempat guna mengantisipasi munculnya titik api yang bisa memicu kebakaran skala besar.