PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 127 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Sumatera pada Minggu pagi (24/5/2026). Provinsi Riau menjadi salah satu daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 26 titik.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan titik panas di Riau paling banyak terpantau di Kabupaten Kampar dengan total 10 titik.
“Total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 127 titik, dan Riau terpantau sebanyak 26 titik panas dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Kampar,” ujar Elisa JS Kedang.
Selain Kampar, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Pelalawan sebanyak 4 titik, Bengkalis 3 titik, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, Siak 2 titik, Indragiri Hulu 1 titik, serta Kota Pekanbaru 1 titik.
Secara keseluruhan, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di Sumatera yakni 37 titik. Disusul Riau 26 titik, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing 22 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Jambi 5 titik dan Bangka Belitung 2 titik.
Meningkatnya jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca panas dan minim hujan di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang dapat menimbulkan kabut asap dan gangguan kesehatan.