PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat total 28 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Kamis pagi (14/5/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau dipastikan nihil hotspot.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira, mengatakan sebaran titik panas paling banyak terpantau di Sumatera Selatan.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera : 28. Aceh = 1, Jambi = 4, Sumatera Selatan = 22, Lampung = 1, dan Riau = nihil,” ujar Yudhistira, Kamis pagi.
Nihilnya hotspot di Riau menjadi kabar positif di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca panas masih berpotensi memicu kebakaran.
Selain memantau hotspot, BMKG juga mencatat kondisi cuaca di Riau cukup panas dengan suhu udara berkisar antara 23.0 hingga 34.0 derajat Celsius.
“Suhu udara diprakirakan berada di angka 23.0 – 34.0 °C dengan kelembapan udara 55 – 99 persen,” jelasnya.
Sementara itu, angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
“Angin bertiup dari Tenggara – Barat daya / 10 – 30 km/jam,” tambah Yudhistira.
BMKG mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla meski saat ini wilayah Riau masih dalam kondisi aman dari titik panas.