PEKANBARU - Provinsi Riau sukses mencatatkan pencapaian gemilang dalam persiapan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Seluruh usulan sapi kurban bantuan Presiden, yang mencakup perwakilan dari 12 kabupaten/kota serta satu ekor untuk tingkat provinsi, secara resmi telah mengantongi restu dari Pemerintah Pusat.
Keberhasilan ini menjadi angin segar sekaligus bentuk pengakuan atas kualitas peternakan di Bumi Lancang Kuning.
Tak main-main, sapi-sapi yang terpilih merupakan "raksasa" di kelasnya, dengan bobot mencapai angka fantastis hingga lebih dari satu ton.
Sebagai langkah finalisasi, para peternak yang sapinya terpilih dijadwalkan akan berkumpul di Kantor Gubernur Riau pada Selasa, 19 Mei 2026 mendatang.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, tim dari Sekretariat Kepresidenan dan Kementerian Pertanian akan turun langsung memberikan arahan.
"Alhamdulillah, seluruh usulan sapi bantuan Presiden dari kabupaten/kota di Riau dan satu ekor tingkat provinsi sudah disetujui pusat. Dalam waktu dekat peternaknya akan dipanggil untuk proses administrasi bersama tim Sekretariat Presiden," ungkap Mimi, Rabu (13/5/2026).
Tahun ini, persaingan bobot sapi kurban di Riau sangat ketat. Predikat sapi terberat untuk tingkat provinsi jatuh kepada sapi jenis Simental milik Franto KSR, peternak asal Dusun Sukajadi, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan bobot monster yakni 1.013 kilogram.
Di posisi kedua, menyusul sapi jenis Brangus milik Zaini dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan bobot pas 1.000 kilogram.
Angka-angka ini membuktikan bahwa peternak lokal Riau mampu menghasilkan ternak kualitas premium yang memenuhi standar ketat kepresidenan.
Berikut adalah daftar sebaran sapi kurban Presiden dari 12 kabupaten/kota di Riau yang telah disetujui:
1. Sapi Simental milik Franto KSR asal Kabupaten Inhu, bobot 1.013 kg.
2. Sapi Brangus milik Zaini asal Kabupaten Inhil, bobot 1.000 kg.
3. Sapi Simental milik Adi Tiawarman asal Kabupaten Bengkalis, bobot 961 kg.
4. Sapi Simental milik Ricky Juniardi asal Kabupaten Pelalawan, bobot 955 kg.
5. Sapi persilangan BC x Bali milik Azuwar Sayudi asal Kabupaten Rohil, bobot 950 kg.
6. Sapi Brahman Cross milik Guntur Laksana asal asal Kabupaten Kampar, bobot 923 kg.
7. Sapi Simental milik Nurman asal asal Kabupaten Inhu, bobot 915 kg.
8. Sapi Simental milik Hasan asal Kota Dumai, bobot 910 kg.
9. Sapi Simental milik Nano Hariyadin asal asal Kota Pekanbaru, bobot 907 kg.
10. Sapi Limosin milik Amat asal Kabupaten Kepulauan Meranti, bobot 850 kg.
11. Sapi Limosin milik Muhammad Daffa Alyusri asal Kabupaten Rohul, bobot 830 kg.
12. Sapi Limosin milik Suyitno asal Kabupaten Kuansing, bobot 829 kg.
13. Sapi Brahman milik Timbul Sabtoso asal Kabupaten Siak, bobot 731 kg.
Mimi Yuliani Nazir menegaskan, pemilihan sapi-sapi ini telah melalui proses kurasi yang sangat melelahkan.
Selain mengejar angka di timbangan, aspek kesehatan dan kesesuaian syariat Islam menjadi prioritas utama tim seleksi.
"Sapi yang dipilih bukan hanya besar, tapi juga harus sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban bantuan Presiden. Ini bentuk dukungan pemerintah agar kualitas ternak daerah terus meningkat dan mampu bersaing di level nasional," tukasnya.