PEKANBARU — Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Riau tahun 2026 resmi menetapkan H. Suratman sebagai Ketua KTNA Provinsi Riau masa bakti 2026–2031. Kegiatan yang digelar pada Selasa, 6 Mei 2026 itu berlangsung di Aula UPT Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Provinsi Riau.
Rembug Paripurna merupakan forum tertinggi dalam organisasi KTNA yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Forum tersebut menjadi wadah untuk menetapkan kepengurusan baru, merumuskan program kerja organisasi, serta membahas berbagai persoalan pembangunan sektor pertanian dan perikanan.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, di antaranya Pelaksana Tugas Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Sekretaris Jenderal KTNA Pusat, Ketua DPD GPTN Provinsi Riau, serta seluruh pengurus KTNA kabupaten/kota se-Riau.
Wakil Ketua KTNA Provinsi Riau, Erfan Effendi mengatakan KTNA memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanian.
“KTNA merupakan organisasi yang berperan sebagai komunikator petani dengan pemerintah dalam membantu memecahkan persoalan-persoalan pertanian,” ujar Erfan Effendi, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, terpilihnya H. Suratman membawa harapan baru bagi masyarakat tani dan nelayan di Riau. Sosok Suratman dinilai memiliki pengalaman panjang di internal organisasi KTNA dan dikenal sebagai kader yang aktif selama puluhan tahun.
“Terpilihnya Bapak H. Suratman tentu bukan hal asing bagi warga KTNA Riau. Beliau memiliki rekam jejak panjang sebagai kader tulen dan pengurus aktif, sehingga diyakini mampu mengembangkan organisasi dan menyikapi berbagai kebijakan pemerintah,” katanya.
Erfan menambahkan, tantangan sektor pangan ke depan semakin besar seiring menguatnya isu ketahanan pangan nasional dan arah kebijakan pemerintah pusat.
“Ditambah lagi hangatnya isu ketahanan pangan nasional dan arah kebijakan pemerintah pusat dengan Nawacita dan Asta Cita tentunya menuntut tanggung jawab yang besar dan perlu pengalaman yang kuat,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru KTNA Riau mampu memperkuat peran petani dan nelayan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Selain itu, KTNA Riau juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui inovasi teknologi pertanian serta memperkuat kelembagaan petani agar lebih mandiri dan memiliki posisi tawar yang lebih baik.