PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Rabu (6/5/2026), menunjukkan tren relatif terkendali. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 26 hotspot tersebar di sejumlah provinsi, dengan Provinsi Riau hanya menyumbang satu titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, jumlah hotspot tersebut merupakan hasil pemantauan satelit terkini yang dilakukan secara berkala.
“Total titik panas di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 26 titik,” ujar Yasir dalam keterangannya.
Ia merinci, sebaran hotspot tersebut meliputi Sumatera Barat sebanyak 7 titik, Sumatera Selatan 6 titik, Jambi 4 titik, Sumatera Utara 2 titik, Kepulauan Riau 2 titik, Bangka Belitung 2 titik, serta masing-masing satu titik di Aceh, Lampung, dan Riau.
Khusus di Provinsi Riau, satu-satunya hotspot terdeteksi berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi ini dinilai cukup kondusif dibandingkan periode sebelumnya yang kerap mencatat lonjakan titik panas.
Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah dengan kondisi cuaca kering dan minim curah hujan.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla, meskipun jumlah hotspot saat ini relatif rendah,” tegas Yasir.