PEKANBARU – Meski sudah memasuki musim penghujan, jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera masih cukup tinggi. Data terbaru dari Stasiun BMKG SSK II Pekanbaru mencatat, hingga pukul 23.00 WIB malam tadi, total terdapat 659 titik panas yang terpantau di seluruh wilayah Sumatera.
Petugas BMKG, Yasir, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) masih perlu diwaspadai, terutama di beberapa provinsi yang mencatat jumlah hotspot terbanyak.
Provinsi Bangka Belitung menempati urutan pertama dengan 319 titik panas, disusul Sumatera Selatan sebanyak 151 titik, dan Jambi dengan 73 titik. Sementara Aceh terpantau memiliki 48 hotspot, Lampung 30, Sumatera Utara 13, serta Bengkulu dan Kepulauan Riau masing-masing 3 titik panas. Sumatera Barat mencatat jumlah paling sedikit, yakni hanya 2 titik.
Di Provinsi Riau sendiri, terdapat 17 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten. Rinciannya Kabupaten Kampar 1 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 4 titik, Siak 2 titik, Indragiri Hilir 1 titik, Bengkalis 5 titik, dan Rokan Hilir 2 titik.
BMKG mengingatkan bahwa meski hujan mulai turun di beberapa wilayah, belum semua daerah mengalami curah hujan yang merata dan cukup signifikan untuk meredam potensi kebakaran. Kombinasi antara cuaca panas, angin kencang, dan vegetasi kering masih menjadi faktor risiko.
Yasir juga mengimbau masyarakat, terutama yang berada di dekat kawasan hutan dan lahan gambut, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi dan kewaspadaan masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah meluasnya kebakaran di tengah musim transisi ini.