PEKANBARU – Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau, Saidul Tombang, mengingatkan pentingnya menjaga budaya membaca dan menulis di tengah pesatnya arus digitalisasi.
Ia menekankan bahwa meskipun smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, masyarakat harus tetap meluangkan waktu untuk aktivitas literasi.
“Smartphone memang sudah menjadi bagian hidup kita. Namun jangan sampai kesibukan bermain gadget melupakan membaca buku dan menulis. Keduanya adalah kunci untuk membangun peradaban,” ujar Saidul Tombang dalam kegiatan literasi yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pekanbaru, Kamis (11/9/2025).
Menurut Saidul, membaca dan menulis bukan sekadar kegiatan akademis, melainkan sarana krusial untuk memperluas wawasan dan melatih daya pikir kritis.
Ia khawatir, jika generasi muda hanya fokus pada media sosial, kemampuan berpikir mereka akan tergerus.
“Bila generasi muda hanya sibuk dengan scroll media sosial, tapi tidak membaca dan menulis, maka mereka akan kehilangan kedalaman berpikir,” tegasnya.
Saidul Tombang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan harian, meskipun hanya beberapa halaman setiap hari.
Begitu pula dengan menulis, ia berpesan agar setiap gagasan, sekecil apa pun, dicatat sebagai latihan.
Ia juga menegaskan bahwa budaya literasi tidak boleh kalah oleh perkembangan teknologi. Justru, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuatnya.
"Budaya literasi tidak boleh kalah oleh perkembangan teknologi. Justru dengan smartphone, kita bisa memanfaatkannya untuk membaca e-book, menulis artikel, bahkan berkarya lebih luas,” tutupnya. (Rilis)