www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Aset PDAM Milik Pemkab Kepulauan Meranti Hibah dari Pemkab Bengkalis Dilelang Rp 96 Juta
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Gerakan Earth Hour 2024, Malam Minggu Gelap Gulita di Perumahan PHR
Senin, 25 Maret 2024 - 15:21:06 WIB

PEKANBARU - Suasana malam yang semula terang mendadak gelap gulita. Hanya ada secercah penerang alam dari langit yang menyinari area perumahan pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rumbai, Pekanbaru. Ada apa?

Malam itu udara terasa sejuk, suara jangkrik nyaring bersahut-sahutan di balik rimbunnya hutan di Kawasan Komplek Perumahan Pekerja Pertamina Hulu Rokan (Komperta) Rumbai, Sabtu (23/3/2024). Tepat pukul 20.30 WIB, bias-biasa cahaya jadi temaram dari balik jendela-jendela rumah. Ini karena para penghuni rumah yang merupakan para pekerja PHR melakukan gerakan Earth Hour 2024.

“Tidak hanya mematikan lampu (switch off) selama satu jam, kami juga mematikan sejumlah barang elektronik lainnya,” kata Ray, salah satu pekerja.

Earth Hour sendiri adalah aksi kampanye untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu pemanasan global dan perubahan iklim. Aksi Earth Hour merupakan gerakan global yang diselenggarakan setiap tahunnya pada Sabtu terakhir bulan Maret. Selama satu jam, mulai dari pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat, masyarakat diajak untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak diperlukan. Ini adalah simbol persatuan untuk menunjukkan kepedulian terhadap bumi.

Selain mematikan lampu, manajemen PHR mengajak pekerja juga mematikan seluruh perangkat elektronik yang tidak terpakai. Enam puluh menit tanpa listrik akan sangat berarti bagi bumi untuk istirahat dari polusi cahaya.

"Sebuah langkah kecil yang memiliki makna besar untuk bersama-sama melindungi bumi,” kata Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto, Minggu (24/3/2024).

Earth Hour bukan hanya sekadar mematikan lampu. Ini adalah tentang kesadaran akan pentingnya hemat energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Penggunaan energi yang berlebihan berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang berdampak pada kesehatan planet dan semua kehidupan di dalamnya.

“Gerakan sederhana ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk bersama-sama peduli bumi. Berikan satu jam untuk bumi dengan menghabiskan enam puluh menit melakukan hal positif bagi planet kita,” imbuh Rudi.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi, PHR konsisten dalam kegiatan penyelamatan lingkungan serta mengatasi perubahan iklim. Hal itu ditunjukkan dari sejumlah kebijakan maupun implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satunya komitmen dalam penggunaan energi hijau (green energy). PHR tengah merampungkan Pembangunan Pembangkit Listrik Bertenaga Surya (PLTS) yang terbentang 28,2 hektare di Kawasan perumahan pekerja di wilayah kerja (WK) Rokan. PLTS ini nantinya akan berdampak pada pengurangan emisi CO2 sebanyak 23.000 ton pertahun yang tentunya berdampak positif bagi bumi.

Sejumlah program TJSL di bidang lingkungan di antaranya penguatan kelompok bank sampah, kampung iklim dan Desa Energi Berdikari melalui Pembangunan 20 unit reaktor biogas dengan pemanfaatan kotoran sapi di Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kampar. Sedangkan satu reaktor biogas lainnya berada di Kecamatan Rumbai.

Sejauh ini, total energi yang dihasilkan dari 21 unit instalasi biogas mencapai 288 KWh perhari atau 105.402 Kwh pertahun. Warga juga bisa menghemat penggunaan LPG secara rerata tiga tabung perbulannya atau setara Rp75.000 per tahun.

Tidak hanya menghasilkan energi, instalasi biogas turut memberikan efek berganda bagi masyarakat. Kelompok masyarakat binaan PHR ini juga mampu memproduksi bioslurry atau pupuk cair dan padat hingga menjadi pundi-pundi pendapatan bagi baru bagi masyarakat. (rls)

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi PDAM Kepulauan MerantiAset PDAM Milik Pemkab Kepulauan Meranti Hibah dari Pemkab Bengkalis Dilelang Rp 96 Juta
Suzuki raih empat penghargaan di OTOMOTIF Award 2024.(foto: istimewa)Suzuki Indonesia Raih 4 Penghargaan OTOMOTIF Award 2024
Kajati Riau bersama jajaran Kejari Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Kajati Riau Kunjungi Kejari Pelalawan, Ini Agendanya
Jembatan Selat Akar yang ambruk beberapa waktu laluDianggarkan Sebesar Rp 36,7 Miliar, Pembangunan Jembatan Selat Akar Dikerjakan Tahun Ini
FKUB Riau bersama Kesbangpol Riau gelar dialog lintas agama di Rohil (foto/afrizal)FKUB Riau Adakan Dialog Pemuda Lintas Agama di Rohil
  Edy Natar Nasution.(foto: int)NasDem Sambut Baik Hasil Survei Elektabilitas Edy Natar di Bursa Pilgub Riau 2024
Komisi I DPRD Pekanbaru hearing terkait mafia tanah di Rumbai.(foto: mimi/halloriau.com)Dugaan Mafia Tanah di Rumbai, Komisi I DPRD Pekanbaru Panggil BPN dan Lurah
HM Harris, Bacalon Gubernur Riau di Pilgub Riau 2024.(foto: int)HM Harris Tingkatkan Popularitas Jelang Pilgub Riau 2024
Ilustrasi daya tampung SMA/SMK Negeri di Riau tahun 2024 (foto/int)Kapasitas SMA/SMK Negeri di Riau Tak Mampu Tampung Seluruh Lulusan SMP, Ini Solusi Pemprov
Jembatan Panglima Sampul yang ambruk beberapa waktu laluJembatan Panglima Sampul Ambruk, Pembangunan Kembali Direncanakan Tahun 2025
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Silaturahmi Tanoto Foundation Riau Bersama Jurnalis
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2024 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved