www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Toyota Raize 1.200 cc Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Konflik Lahan di Gondai, Pakar Beberkan Kelemahan Negara soal Regulasi Kawasan Hutan
Selasa, 30 Maret 2021 - 15:03:26 WIB
Konflik Lahan di Gondai masih belum temukan titik terang.
Konflik Lahan di Gondai masih belum temukan titik terang.

PEKANBARU - Konflik berkepanjangan antara PT Peputra Supra Jaya (PSJ) dan PT Nusa Wana Raya (NWR) terkait lahan sawit yang berada di Desa Pangkalan Gondai, Langgam, Pelalawan hingga kini belum menemukan titik terang. 

Hal ini juga menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Pakar Lingkungan, Dr Elviriadi. Dia menilai, dalam kasus tersebut Izin kehutanan yang dikeluarkan pemerintah lemah dan sangat minim aspek sosial Yuridis, baik itu berupa HPH, HTI, bahkan juga HGU. 

Pria yang juga merupakan Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah itu mengatakan, ada dua hal yang cukup krusial dalam pembangunan usaha hutan. Di antaranya adalah lemahnya visi kehutanan termasuk perencanaan hutan. Kemudian, benturan dengan masyarakat adat yang sudah bermukim di lahan yang diberi izin. 

"Dua hal itulah yang menjadi faktor utama konflik agraria di Indonesia. Seperti halnya di Desa Gondai itu," katanya. 

Menurut dia, kepala persukuan atau ninik mamak adat dapat menyatakan keberatan atas izin konsesi. Dengan alasan lahan yang hendak dibuka itu difungsikan sebagai keperluan umum. Seperti pemakaman umum, padang ternak, pekarangan masjid dan sekolah atau bahkan artefak budaya dan hutan larangan.

"Keberatan itu biasanya menghasilkan kesepakatan. Seperti antara Datuk Adat dan PT Siak Raya Timber cq PT. NWR yang sudah berumur puluhan tahun lalu," terangnya.

"Ada win win solution dari kedua belah pihak. Untuk anak kemanakan Batin Palubi dan Batin Sungai Serdang diberi areal pecadangan seluas 4000 hektar. Dan batin pesukuaan lainnya 1000 hektar, sesuai kesepakatan di Lembaga Adat Petalangan tahun 1998. Kemudian apakah ini disetujui pemerintah? Bagaimana kelanjutannya? Kok sekarang timbul konflik sehingga kebun sawit warga hendak dieksekusi?" tanyanya.

Dengan begitu, pria yang kerap jadi saksi ahli itu mengatakan bahwa itu akibat dari lemahnya pengawasan pihak terkait.

"Luas HTI yang dibenarkan PP No 7 tahun 1990 itu cuma 300.000 hektar. Wajib pula melaporkan Karya Tahunan, mengusahakan secara nyata dan efektif. Kalau puluhan tahun ditelantarkan tapi bisa berperkara hukum, apa kata dunia," tegasnya.

Elviriadi juga mengaku telah telah berkoordinasi dengan Sekjend Kementerian LHK Bambang Hendroyono, terkait permasalahan ini. 

"Kata pak Sekjend penyelesaian sawit rakyat dalam ijin konsesi diatur dalam UU Cipta Kerja. Jadi tak bisa dieksekusi begitu saja. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Deputi II Kantor Staf Presiden Bung Abetnego Tarigan.  Intinya KSP minta penyelesaian konkrit setelah penundaan eksekusi," tutur akademisi yang dikenal vokal itu.

Bukan hanya itu, diinformasikannya dalam waktu dekat akan ada pertemuan para pihak bersengketa yang difasilitasi BPHP Wilayah III.

"Pak Direktur Irtanto Kementerian LHK sudah perintahkan Pak Ade Kepala BPHP yang beroperasi di Jalan Arifin  Ahmad untuk mempertemukan dua pihak yang bersengketa," pungkasnya.

Penulis : Bayu
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Toyota Raize 1.200 ccToyota Raize 1.200 cc Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)(PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Jadwal MotoGP Jerman 2021, Tantangan Marquez Pertahankan Dominasi
IlustrasiHati-hati Jika Muncul Iklan di Ponsel, Bisa Jadi Itu Adware Berbahaya
IlustrasiWaspada! 144 Balita di Jakarta Positif Corona
Gagal Foto dengan Jokowi, Dua Orang Ini Malah Diamankan Petugas
  Daihatsu Rocky 1.2Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2, Ini Harganya
intBelanda Vs Austria, Menang 2-0, De Oranje ke 16 Besar Euro 2020
Cristiano RonaldoMarcus Rashford: Cristiano Ronaldo Sekarang Banyak Berubah
Kadis Perpusip Rohul Damri Poti memberikan hadiah kepada pelajar yang juara mendongeng.Budayakan Membaca di Kalangan Pelajar, Dispusip Rohul Gelar Lomba Mendongeng
IlustrasiKomnas Perlindungan Anak Berkunjung ke Rumah Bupati Siak Bahas Soal Kabupaten Layak Anak
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved