www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Diskes Riau Imbau Kabupaten/Kota Ajukan Proposal Pembangunan RSUD ke Pusat
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Didukung RAPP, KPH Tasik Besar Serkap Teken MoU Program Konservasi Hutan Bersama Masyarakat
Senin, 19 Desember 2022 - 15:36:27 WIB
Gubernur Riau, Syamsuar bersama Manajemen PT RAPP dan KPH Tasik Besar Sekap saat peluncuran program Konservasi Bersama Masyarakat di Novotel Pekanbaru.(foto: bayu/halloriau.com)
Gubernur Riau, Syamsuar bersama Manajemen PT RAPP dan KPH Tasik Besar Sekap saat peluncuran program Konservasi Bersama Masyarakat di Novotel Pekanbaru.(foto: bayu/halloriau.com)

PEKANBARU - Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tasik Besar Serkap beserta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutahan (DLHK) Riau melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Program Konservasi Hutan Bersama Masyarakat (Community Conservation Program) dan Dukungan Program Mata Pencaharian Berkelanjutan bersama dengan Lembaga Konservasi Hutan Teluk Meranti dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Penandatanganan MoU ini berlangsung di Hotel Novotel Pekanbaru di Jalan Riau, Kota Pekanbaru, Senin (19/12/2022).

Program Konservasi Hutan Bersama Masyarakat ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030 serta Program Riau Hijau.

Untuk diketahui, FOLU Net Sink 2023 merupakan sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan di mana tingkat serapan sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi.

Indonesia's FOLU Net Sink 2030 terdiri atas rencana operasional sebagai tindak lanjut Perpres 98 Tahun 2021 terkait penyelenggaraan nilai ekonomi karbon serta Kepmen 168 tahun 2022 tentang Indonesia's FOLU Net Sink 2030 untuk pengendalian perubahan iklim.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, sumber daya hutan harus dapat dikelola secara bijaksana, sehingga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan dan bisa menjadi sistem penyangga kehidupan.

"Pengelolaan sumber daya alam secara tidak bijaksana akan menimbulkan berbagai bencana lingkungan seperti kekeringan banjir, kebakaran hutan lahan dan fenomena perubahan iklim yang sangat merugikan dan mengancam kehidupan," kata Syamsuar, usai kegiatan tersebut.

Mantan Bupati Siak ini juga menyambut baik dan menyampaikan penghargaan atas inisiasi kerjasama yang dibangun oleh unsur pemerintah provinsi dan kabupaten serta masyarakat masyarakat.

Dengan dukungan pelaku usaha program konservasi bersama masyarakat yang akan dikembangkan merupakan bentuk kolaborasi untuk mewujudkan kelestarian hutan dan ekosistem gambut, termasuk perbaikan aspek sosial ekonomi masyarakat.

Hal ini, lanjut dia, dinilai akan mendukung kebijakan nasional pengurangan emisi gas rumah kaca dan kontribusi provinsi Riau terhadap nasional sekaligus aksi mitigasi dan adaptasi pembangunan rendah karbon.

"Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan bahwa lingkungan yang dikemas dalam perencanaan hijau saat ini pemerintah sudah mempersiapkan indonesia hijau dengan tiga kebijakan utama, pertama meningkatkan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan," tuturnya.

"Kemudian yang kedua, meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam, ketiga meningkatkan bauran energi dari sumber daya alam terbarukan rencana aksi diarahkan pada perbaikan kualitas lingkungan hidup pengurangan emisi gas rumah kaca," terangnya.

Sementara itu, Direktur PT RAPP, M Ali Shabri menuturkan, akibat dari berkurangnya hutan dan keanekaragaman hayati dapat menjadi ancaman keberlangsungan Indonesia dan juga dunia. Dari itu upaya pelestarian atau konservasi sangat penting untuk dilakukan.

Menurut Undang-undang nomor 5 tahun 1990, kata dia, konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dapat dilakukan melalui perlindungan sistem penyangga kehidupan pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta pemanfaatan secara Lestari sumber daya alam hayati dan ekosistem.

"Ketika hal tersebut telah menjadi prinsip dan acuan dalam pengelolaan konservasi di Indonesia pemerintah telah menetapkan Perpres nomor 98 tahun 2021 tentang penyelenggaraan nilai ekonomi karbon untuk pencapaian target kontribusi yang ditetapkan secara nasional dan pengendalian emisi gas rumah kaca dalam pembangunan nasional," katanya.

Lebih lanjut, dalam pasal 3 ayat 4 disebutkan, pengurangan emisi gas rumah kaca sebagaimana dimaksudkan pada ayat 2 dan 3 didukung utamanya oleh pengendalian emisi gas rumah kaca sektor kehutanan untuk menjadi penyimpan penguatan karbon.

"Pada tahun 2030 dengan pendekatan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tahun 2030 yang termasuk dalam indonesia," pungkasnya.(adv)

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar.(foto: int)Diskes Riau Imbau Kabupaten/Kota Ajukan Proposal Pembangunan RSUD ke Pusat
Kadiskes Riau, Zainal Arifin.(foto: int)Tahun ini Pemerintah Pusat Bangun RSUD Tipe C di Pulau Rupat Bengkalis
Puluhan jerigen berisi BBM subsidi jenis solar yang diamankan dari tangan AL dan AA ke Mapolsek Tambang.(foto: mcr)Kedapatan Suling Solar, 2 Pelaku Penyalahguna BBM Subsidi Diringkus Polsek Tambang
Kapolres Inhil saat ekspos kasus pengungkapan narkoba melibatkan seorang mahasiswa di Mapolres Inhil.(foto: antarariau.com)Pulang Kampung Bawa Ganja, Seorang Mahasiswa Asal Tembilahan Diciduk Polisi
Manajemen HK menyerahkan GPS Collar kepada BBKSDA Riau untuk memantau gajah Sumatera di sekitar Tol Permai.(foto: int)Awal Feburari 2023 HK dan BBKSDA Riau Pasang GPS Collar untuk Gajah Liar Sekitar Tol Permai
  Gubernur Riau, Syamsuar menyerahkan benih udang vaname untuk nelayan di Kota Dumai.(foto: antarariau.com)Beri 300 Ribu Benih Udang Vaname dari Pemprov Riau untuk Sejahterakan Nelayan Dumai
Harimau Sumatera.(int)BBKSDA Riau Masih Lakukan Mitigasi, Petani di Siak Kembali Temukan Jejak Harimau Sumatera
Bunga bangkai setinggi 3 meter di kawasan Hutan Lindung Bukit Tui Padang Panjang.(foto: detik.com)Warga Padang Panjang Heboh Ada Bunga Bangkai Raksasa di Bukit Tui
Gubernur Riau, Syamsuar saat meresmikan penegerian SMKN 1 Langgam.(foto: mcr)Resmi Dinegerikan, SMKN 1 Langgam Harap Bantuan Pemprov Riau untuk Prasarana
Sovia Septiana S Sos yang baru saja dilantik jadi Ketua DPD HWK Pekanbaru periode 2022-2027.(foto: int)Tekad Sovia Ciptakan Perempuan Tangguh Bekarya dan Punya Skill
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Bacalon DPD Riau, Ichwanul Ihsan Serahkan Syarat Dukungan Minima
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved