www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Riau Bertambah 163, Pekanbaru Masih Tertinggi Sumbang 69 Kasus
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
PT Kimia Tirta Utama Bersiap Antisipasi Karhutla dengan Manajemen Tata Kelola Air
Senin, 12 Oktober 2020 - 17:29:11 WIB
Kapolres Siak dan rombongan melihat stasiun gambut dan pengelolaan water manajemen system PT KTU
Kapolres Siak dan rombongan melihat stasiun gambut dan pengelolaan water manajemen system PT KTU

SIAK - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdampak pada rusaknya ekosistem dan menyebabkan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan.

Dampak lainnya dari asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung serta iritasi pada mata, tenggorokan dan hidung. Kabut asap dari kebakaran hutan juga dapat mengganggu bidang transportasi, khususnya transportasi penerbangan.

Tersebarnya asap dan emisi gas karbondioksida dan gas-gas lain ke udara juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim. Kebakaran hutan mengakibatkan hutan menjadi gundul, sehingga tidak mampu lagi menampung cadangan air di saat musim hujan, hal ini dapat menyebabkan tanah longsor ataupun banjir. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih dan bencana kekeringan, karena tidak ada lagi pohon untuk menampung cadangan air.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Sangat besar biaya yang dikeluarkan jika terjadi Karhutla, sangat banyak waktu tersita dan tenaga terkuras.

Untuk mengantisipasi hal itu, sejumlah persiapan dilakukan PT Kimia Tirta Utama dalam menghadapi musim kemarau, walau tidak terjadi kebakaran di lingkungan perusahaan tetapi sikap waspada selalu ditanamkan oleh perusahaan.

Dalam kesempatan kesiapan Karhutla, PT KTU menghadirkan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, SH SIK MIK, Kadis DLH Siak Syafrilenti dan Kabidnya Ardhayani, Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan sejumlah tamu undangan. Administratur PT KTU, Achmad Zulkarnain didampingi Humas Azra dan Slamat Riyadi, menjelaskan penanganan karhutla dengan integrated water manajemen system.

Menurut Zulkarnain, water manajemen system yang mereka punya sudah diakui Badan Restorasi Gambut.

"Kami melakukan hal ini untuk menjaga kelembaban tanah (soil moisture ), sehingga terjaga kelembabannya sepanjang tahun berada di kisaran angka 40-65 sentimeter," jelas Zulkarnain, perusahaan juga memiliki menara pantau di lima titik yang strategis di sekitar kebun.

Disebutkan Zulkarnain, menara pantau untuk memantau potensi asap atau api yang ada di sekitar kebun PT KTU, bahkan bisa melihat ke kawasan desa sekitar perusahaan. Tidak hanya menara pantau, pihaknya juga menyiapkan drone. Drone ini digunakan untuk mengontrol area patroli udara untuk wilayah yang tidak bisa terjangkau oleh patroli darat. Dan yang tak kalah penting, menurut Zulkarnain adalah sistem sekat kanal atau over flow. Sekat kanal dibuat berdasarkan topografi. Sekat kanal dibagi menjadi lima zona.

"Hal yang terbaru, kami sudah memiliki stasiun riset untuk meneliti emisi gambut dan fakta-fakta lain tentang kelapa sawit dan gambut. Dalam hal ini kerja sama dengan IPB dan BPDPKS," kata Zulkarnain sambil menunjukkan kegunaan sejumlah peralatan yang ada di stasiun riset dan letaknya di tengah perkebunan.

Kunjungan dari BRG dan BPDPKS ke kebun PT KTU terkait penerapan water manajemen system gambut

Tidak berhenti sampai di situ, selain tetap menomorsatukan Aplikasi Lancang Kuning milik Polda Riau yang memang sangat memudahkan dalam memantau asap dan api serta membuat laporan atau memberikan informasi. Pihaknya juga membuat SMS broadcast imbauan dan peringatan tentang Karhutla melalui SMS yang dipasang di dua BTS.

Tentunya, untuk kebaikan bersama, melakukan pendidikan dan pengenalan gambut sejak dini dengan Duta Sawit Gambut Lestari bersinergi dengan masyarakat sekitar, yaitu MPA dan Desa Sejahtera Peduli Api. Melihat banyaknya inovasi yang dilakukan PT KTU mengantisipasi karhutla, Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya yakin akan menginspirasi perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.

"Dengan temuan-temuan dan inovasi, saya harapkan karhutla dapat dicegah. Mengenai kelengkapan peralatan termasuk mobil pemadam memang wajib dimiliki setiap perusahaan, sebagai bentuk antisipasi," sebut Kapolres. Sementara Kadis DLH Syafrilenti menyebutkan apa yang dimiliki PT KTU bentuk keseriusan dan totalitas.

"Saya berharap inovasi ini menginspirasi perusahaan lainnya," harapnya.

Sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla, PT KTU juga mengajak masyarakat untuk memberdayakan lahana tidur yang tidak di olah menjadi lahan produktif untuk ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di masa pandemic seperti ini,masyarakat di ajak mengelola lahan pekarangan rumahnya untuk di tanami dengan tanaman produktif sehingga masyarakat tidak akan membuka lahan dengan cara dibakar yang berakibat fatal Karhutla.

Selamat HUT Kabupaten Siak
Sementara itu, terkait HUT ke-21 Kabupaten Siak, hari ini, Senin (12/10/2020), Administratur PT KTU, Achmad Zulkarnain mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Siak yang ke 21. Semoga pada momen hari jadi ini, Kabupaten Siak semakin bermarwah dan lebih baik kedepannya.

"Kabupaten Siak telah berumur 21 tahun, tentunya dipandang sebagai usia yang mulai matang untuk dapat lebih mandiri dalam menghadapi permasalahan dan tantangan kedepannya. Kita melihat Pemkab Siak terus berupaya melaksanakan pembangunan demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Mari kita doakan dengan pembangunan yang maju maka rakyat di Kabupaten Siak kedepannya juga lebih sejahtera," kata Achmad Zulkarnain.(*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Gubri Syamsuar saat menghadiri acara launching aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara.Gubri: KPH Jadi Ujung Tombak Antisipasi Karhutla di Riau
Kalaksa BPBD Riau Edwar SangerMusim Kemarau di Riau Akan Berlangsung 7 Bulan, Ini Langkah BPBD Atasi Karhutla
  Rapat koordinasi Panglima TNI, Kapolri dengan Gubri, Bupati/Walikota se Riau.Antisipasi Hadapi Karhutla di Riau, Posko Terpadu Didirikan di Lanud Roesmin Nurjadin
Gubri H Syamsuar saat mengikuti rakor penanggulangan karhutla di Jakarta, Jumat (6/12). Foto: TribunpekanbaruRiau Akan Hadapi Dua Musim Kemarau Tahun Depan, Edwar Sanger: Kita Harus Antisipasi Karhutla

BERITA LAINNYA    
Riau Bertambah 163, Pekanbaru Masih Tertinggi Sumbang 69 Kasus
Perkuat Jejaring dan Kolaborasi, 138 Alumni BAKTI NUSA Siap BerkontribusiPerkuat Jejaring dan Kolaborasi, 138 Alumni BAKTI NUSA Siap Berkontribusi
Bawaslu Dumai gelar Bimtek bagi Panwascam untuk sukseskan Pilkada Dumai 2020
Tingkatkan Kapasitas SDM Pengawas Pemilu, Bawaslu Dumai Gelar Bimtek
  Pelaku penganiayan dengan gergaji kayu Af alias AO, warga Menaming Kecamatan Rambah ditangkap polisi setelah dipergoki mencuri pisang Penganiaya Pemilik Kebun dengan Gergaji Diringkus Polsek Rambah
SMA Tri Bhakti Jalan Tuanku Tambusai, PekanbaruBandel! SMA Tri Bhakti Tetap Buka Aktivitas Kegiatan Belajar
Pengesahan APBD Siak tahun 2021 dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD Siak , Senin (30/11/2020). Foto ISTSah, APBD Siak Tahun 2021 Rp1,7 Triliun Lebih
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Penandatanganan Pakta Integritas Ikatan 4968
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved