www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Diskes Riau Sudah Salurkan Insentif Tenaga Kesehatan Rp 6 Miliar Lebih
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
BPBD Riau Tetap Patroli di Daerah Rawan Karhutla di Tengah Kepungan Hujan
Senin, 21 September 2020 - 10:26:05 WIB
BPBD tetap patroli daerah yang rawan Karhutla
BPBD tetap patroli daerah yang rawan Karhutla

PEKANBARU - Walaupun beberapa hari terakhir ini Provinsi Riau dikepung hujan, semangat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau tak pernah longgar untuk terus melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai daerah di Riau. Terutama daerah lahan gambut yang rawan Karhutla.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Gafur mengatakan, tim BPBD Riau tengah melakukan patroli sekaligus pengecekan lokasi rawan Karhutla di Desa Buatan I Kecamatan Koto Gasib dan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, serta Desa Sumber Jaya, Kecamatan Siak Kecil dan Desa Dompas, Kecamatan Bukit Batu Bengkalis.

“Pengecekan lokasi ini juga berdasarkan pantauan Sistem Pantauan Lahan Gambut (SIPALAGA) sebagai upaya antisipasi lahan gambut yang kering dan mudah terbakar,” kata Jim Gafur, Minggu (20/9/2020).


Berdasarkan pantauan di lapangan, untuk level tinggi bahaya lahan gambut yang rawan karhutla di daerah ini, saat ini berada di sekitar wilayah Siak Kecil dan Bukit Batu Bengkalis, karena permukaan gambutnya sudah melebihi 40 cm. Sedangkan untuk di Siak termasuk sedikit aman setelah terbantu hujan sebelumnya.

“Memang sebelumnya dindaerah ini sempat hujan tapi tidak begitu deras dan masih termasuk rawan. Sedangkan untuk Siak masih aman yang permukaannya rendah karena juga terbantu hujan sebelumnya,” jelas pria penggemar olahraga bersepeda ini.



Terkait daerah titik hotspot, Jim Gafur memastikan untuk saat ini tidak ada ditemukan. Namun ia menjelaskan tetap rawan karena sesuai kondisi di lapangan yang harus diwaspadai sebagaimana mestinya.

Sedangkan terkait daerah di Riau yang masih termasuk rawan Karhutla, selain selain di Siak Kecil dan Bukit Batu Bengkalis tersebut, ia mengatakan masih ada di beberapa daerah lainya, seperti di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang ada beberapa titik yang lahanya juga gambut dan termasuk level berbahaya.

“Tapi kita terus berkoordinasi dengan tim BPBD di daerah Rohil dan juga petugas-petugas Karhutla serta kelompok masyarakatp terkait yang sampai saat ini terus malakukan pemantauan,” katanya melansir khabarmetro.



Untuk pemantauan dan pengecekan lokasi-lokasi rawan karhutla ini, ia kembali menyampaikan ada sekitar 20 orang personel dari BPBD Riau yang turun ke lapangan dengan membawa langsung peralatan lengkap, seperti pompa air dan beberapa peralatan lainya untuk siap siaga antisipasi di lapangan.

“Memang untuk saat ini terkait karhutla kita terbantu oleh hujan. Namun turun hujan ini belum merata di semua daerah. Karena sesuai prediksi BMKG kita saat ini belum termasuk musim hujan. Maka itu kita terus meningkatkan patroli dan melakukan pengecekan pada daerah-daerah yang rawan karhutla. Terutama di lahan gambut ini," jelasnya. (rilis)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kepala BPBD Riau Edwar SangerHadapi La Nina, BPBD Riau Siap-siap Antisipasi Banjir
Hujan.BMKG Prediksi Hujan Guyur Sebagian Riau Hari Ini
IlustrasiBerakhir 31 Oktober, Siaga Darurat Karhutla di Riau Tak Diperpanjang
  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger BPBD Riau Bersiap Jika Fenomena La Nina Terjadi di Riau
IlustrasiHari Ini Riau Diguyur Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
IlustrasiMeski Didominasi Hujan, 12 Hotspot Masih Terpantau di Riau

BERITA LAINNYA    
Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani NazirDiskes Riau Sudah Salurkan Insentif Tenaga Kesehatan Rp 6 Miliar Lebih
Pasien meninggal dunia dari Kecamatan Mandau adalah pasien nomor 832 insial Y (LK, 67). Belum Sepekan, 2 Pasien Covid-19 asal Mandau Meninggal Dunia