www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Mantan Gubernur Riau Annas Maamun Ternyata sudah Bebas
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Luas Kebakaran Turun Signifikan, Satgas Karhutla Riau Pasang Strategi Hadapi Musim Kering
Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:34:59 WIB
 Wakil Komandan Satgas Karhulta Riau Edwar Sanger dalam webinar Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kemarau
Wakil Komandan Satgas Karhulta Riau Edwar Sanger dalam webinar Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kemarau

PEKANBARU-Satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau mencatat sedikitnya 1.381 hektare lahan di Bumi Lancang Kuning terbakar sejak Januari hingga awal Agustus 2020 ini.

Wakil Komandan Satgas Karhulta Riau Edwar Sanger dalam webinar Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kemarau yang diselenggarakan oleh salah satu media di Riau itu mengatakan luasan lahan terbakar itu menurun signifikan dibanding periode yang sama 2019 lalu yang mencapai 4.733,57 hektare (Ha).

“Riau merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menetapkan status siaga sejak 6 Februari 2020 dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2020 mendatang. Penetapan status siaga di awal tahun itu memberikan dampak signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla,” kata Edwar dalam paparannya.

Edwar merincikan ada lima kabupaten dan kota yang tercatat masih mengalami kebakaran cukup luas pada 2020 ini yakni Indragiri Hilir 451 Ha, Bengkalis 357 Ha, Siak 167 Ha, Kota Dumai 118 Ha dan Pelalawan 103,35 Ha.

Sementara sejumlah kabupaten kota lainnya menyumbang luas kebakaran bervariasi antara 2,5 hektare hingga 52 hektare. Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, ia mengatakan hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang tercatat masih bebas dari Karhutla.

Menurut Edwar, penetapan status siaga Karhutla di awal tahun merupakan langkah positif, terutama menyatukan sinergi antar institusi. Riau sendiri tercatat pernah mengalami kebakaran hebat pada 2015 silam dan terus berbenah tiap tahunnya.

Salah satunya, penetapan status siaga di awal tahun. Penetapan status siaga Karhutla kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Satgas melibatkan multi sektor. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, masyarakat hingga dunia usaha.

Selain penetapan siaga dan pembentukan Satgas Karhutla, Edwar mengatakan Pemerintah Provinsi Riau juga mengeluarkan 13 kebijakan strategis. Diantaranya adalah pemetaan daerah rawan Karhutla. Dia menyebut, tercatat 99 kecamatan dan 346 desa di Riau yang rawan Karhutla.

Kemudian, kebijakan lainnya adalah melibatkan perusahaan yang beroperasi di Riau untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran.  Dia mengatakan dukungan seluruh sektor sangat penting dalam upaya menekan Karhutla demi mewujudkan Riau Bebas Asap.

Edwar meminta peran aktif perusahaan yang selama ini telah berkomitmen dalam membantu pemerintah untuk mengendalikan Karhutla untuk terus ditingkatkan. Seperti bantuan helikopter yang dilakukan oleh APP Sinar Mas, regu pemadam kebakaran dan peralatan penunjang.

Selain itu, ia mengatakan program pembinaan desa-desa di sekitar areal konsesi juga menjadi kunci penting Riau dalam menghadapi musim kemarau dan ancaman Karhutla.

"Dari dunia usaha seperti Sinar Mas, kita minta terus berpartisipasi aktif. Jadi biasanya mereka sudah menyiapkan perangkatnya, seperti pemadam kebakaran, helikopter dan sebagainya. Dan ini tentunya sebagai upaya pencegahan sejak dini. Terimakasih juga perusahaan sudah ada desa binaan. Ini sudah membantu pemerintah daerah," ujarnya.

Direktur Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Purwadi Soeprihatno menambahkan jika perusahaan konsesi saat ini tidak hanya fokus melindungi areal konsesi dari kebakaran. Ia mengatakan setiap perusahaan konsesi turut menjaga areal luar konsesi hingga radius lima kilometer. Untuk itu, ia menyebutkan perusahaan konsesi, terutama yang beroperasi di Riau telah menyiapkan strategi jitu dalam upaya pencegahan dan pengendalian.

Ia mencontohkan APP Sinar Mas memasang kamera pemantau yang mampu menjangkau radius hingga 12 kilometer. Keberadaan alat itu disinergikan dengan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia untuk menjaga areal baik di dalam maupun luar konsesi.

Selain itu, ia juga menyebutkan perusahaan konsesi kini turut mengedepankan sosial ekonomi masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran lahan. Seperti melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digulirkan oleh APP Sinar Mas. Dia menjelaskan program yang kini banyak diadopsi di berbagai provinsi rawan Karhutla tersebut secara garis bersar merangkul masyarakat melalui program peningkatan ekonomi.

“Masalah ekonomi, sosial, kesenjangan masyarakat itu juga harus diselesaikan. Oleh karena itu program DMPA yang dilakukan oleh Sinarmas menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Intinya bagaimana menerapkan masyarakat sebagai subjek dan memberdayakan mereka, kita berikan edukasi dan pendampingan kemudian ada nilai manfaat ekonomi yang mereka peroleh dari setiap kegiatan yang mereka lakukan,” jelasnya.

Program DMPA sejatinya menjawab pernyataan akademisi Universitas Riau M Mardhiansyah yang mengatakan bahwa kebakaran lahan di Riau berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin rendah tingkat kesejahteraan, semakin tinggi pula potensi kebakaran.

“Kebakaran itu akan terjadi apabila tingkat ekonomi itu mengalami penurunan, itu memberikan gambaran kepada kita bahwa potensi kebakaran itu erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan masyrakat,” tutur Mardhiansyah.

Untuk itu, ia menjelaskan perlunya strategi menghadapi musim kering dengan mensinergikan berbagai program yang telah dibentuk. Seperti Gerakan Jaga Kampung yang digagas oleh Polda Riau dan DMPA oleh APP Sinar Mas serta gerakan yang dilaksanakan oleh lembaga swadaya masyarakat.

“Artinya masyarakat pergi ke kebun, mengolah lahannya, itu diintegrasikan dengan kegiatan pengendalian karhutla. Memanfaatkan lahan kemudian mereka dengan sadar bahwa pencegahan itu untuk kebutuhannya dan  bukan sebuah keharusan,” jelasnya. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiRI Tambah 4.176 Kasus Baru Positif Corona, Riau Mulai Turun Jadi 160
IlustrasiPegawai Pemprov Riau Terpapar Covid-19 Capai 118 Orang, WFH Diberlakukan
BPBD tetap patroli daerah yang rawan KarhutlaBPBD Riau Tetap Patroli di Daerah Rawan Karhutla di Tengah Kepungan Hujan
  Silaturahmi Kepala Balai PPW Riau, Ichwanul Ihsan bersama Bupati Kepulauan Meranti, H Irwan Nasir, Senin (21/9/2020). Foto HarfaBalai PPW Riau dan Bupati Meranti Bahas Penuntasan Kawasan Kumuh
Kadiskes Riau Mimi Yuliani NazirDari 100 Pasien Covid-19 Riau yang Meninggal, Terbanyak Punya Penyakit Diabetes
IlustrasiHari Ini Riau Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir

 
Berita Lainnya :
  • Mantan Gubernur Riau Annas Maamun Ternyata sudah Bebas
  • Jadi Kado di HUT ke-65 Lantas, Personel Polantas Polres Rohul Ringkus Pemuda Bawa Sabu
  • Tim Relawan Pemenang Sudin Jilid II 'Pemuda Berpeci Merah' Rohil Terbentuk
  • Bertambah 19 Orang, Pasien Positif Covid-19 di Bengkalis Makin Meningkat
  • Terbukti Tidak Netral, ASN di Kepulauan Meranti Diganjar Sanksi Moral
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Kepala Balai PPW Riau dan Bupati Bahas Penuntasan Kawasan Kumuh
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved