www.halloriau.com

BREAKING NEWS :
Startup Bitcoin Ini Kerjasama dengan Perusahaan BUMN untuk Terapkan Prototype Kliring di Indonesia
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Kasus Covid-19 Melonjak Drastis
Gubernur Riau Larang Perusahaan Pekerjakan Naker dari Provinsi Lain
Selasa, 21 Juli 2020 - 14:18:55 WIB
Gubernur Riau.
Gubernur Riau.

PEKANBARU - Banyaknya kasus positif Covid-19 Riau yang merupakan warga provinsi lain yang sedang ada di Riau, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. 

Tentunya kalau tidak dilakukan pencegahan, dikhawatirkan kasus positif covid-19 di Riau bisa kembali membludak.

Hal tersebut dapat dilihat dengan tambahan kasus positif covid-19 Riau dalam tiga hari belakangan ini yang cukup tinggi. Dari tambahan kasus itu, kebanyakan adalah warga provinsi lain yang sedang bekerja di Riau.

Saat dikonfirmasi, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan hal ini memang harus menjadi perhatian khusus.

"Terlebih warga Provinsi lain yang bekerja di sini (Riau) rata - rata positif covid-19," katanya, Selasa (21/7/2020) di Pekanbaru.

Sebab itu, Gubri meminta untuk sementara seluruh perusahaan yang ada di Riau tidak merekrut Tenaga Kerja (Naker) dari luar Riau.

Di samping itu, Gubri juga mengaku bahwa telah berbicara juga dengan beberapa perusahaan di Riau. 

"Tak usah saya sebutkan apa perusahaannya, yang jelas jangan rekrut dulu tenaga kerja dari luar, cari naker dari dalam saja," ucapnya tegas.

Para naker yang terlanjur masuk Riau kemarin, ada yang ketahuan covid-19 dikarenakan aturan perusahaan yang mewajibkan setiap karyawan baru wajib dilakukan swab. Alhasil memang kebanyakan naker dari provinsi lain itu positif covid-19.

"Semestinya rapid test atau swab itu dilakukan dari daerah asalnya bukan di Riau. Dan seperti sekarang, ternyata dia positif, tentu hal ini berdampak ke kitanya di Riau," tambah Gubri.

Sebelumnya, kekhawatiran dan permintaan yang sama juga telah diutarakan oleh Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, yang juga meminta seluruh perusahaan di Riau untuk jangan rekrut terlebih dahulu para naker dari luar daerah Riau.

"Itu semua mengingat rata - rata angka kasus positif covid-19 Riau merupakan kasus impor dari Provinsi lain," tutupnya​.

Penulis: Rivo Wijaya
Editor: Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiDokter di Riau Lagi-lagi Meninggal Dunia karena Covid-19
IlustrasiTerkonfirmasi Positif Covid-19 Riau 161 Kasus, Jumlah Kematian Menjadi 106
IlustrasiKasus Covid-19 Makin Membludak, Gubri Akan Perketat Pintu Masuk ke Riau
  IlustrasiStaf Ahli Gubernur Riau Terkonfirmasi Positif Covid-19
IlustrasiRI Tambah 4.176 Kasus Baru Positif Corona, Riau Mulai Turun Jadi 160
Gubernur Riau Syamsuar.Luruskan Soal Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau Penuh, Gubri: Masih Tersedia

 
Berita Lainnya :
  • Startup Bitcoin Ini Kerjasama dengan Perusahaan BUMN untuk Terapkan Prototype Kliring di Indonesia
  • Hasil Riset: ASI Dapat Mencegah dan Mengobati Virus Corona !
  • Sertijabkan Kasat Narkoba dan Kapolsek Kelayang, Kapolres Inhu: Jangan Sombong
  • Dua Hari Beroperasi, Tercatat 15.819 Kendaraan Melintas di Tol Permai
  • Polisi Buru Direktur Utama PT CKBN Terkait Korupsi Pipa Transmisi PDAM di Inhil
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Kepala Balai PPW Riau dan Bupati Bahas Penuntasan Kawasan Kumuh
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved