www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Akan Dicek Fisik, Seluruh Kendaraan Dinas Apel di Kantor Bupati Kepulauan Meranti
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Jangan Tergantung pada Sawit, Gubri Minta Seluruh Bupati Kembangkan Tanaman Pangan di Riau
Kamis, 13 Februari 2020 - 08:12:45 WIB
Gubernur Riau Syamsuar.
Gubernur Riau Syamsuar.

PEKANBARU - Meskipun terkenal sebagai provinsi penghasil minyak dan gas (migas) serta kelapa sawit terbesar di Indonesia, namun pertumbuhan ekonomi di Riau masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

Bahkan untuk urusan penyediaan bahan pangan, Riau tercatat malah minus dan sangat tergantung pasokan pangan dari provinsi tetangga.

Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar, Rabu (12/2) mengatakan, kondisi itu membuat pihaknya saat ini mulai beralih dari pengembangan tanaman industri menjadi tanaman pangan. Selain untuk meningkatkan perekonomian, juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri di wilayah Riau.

"Di Riau saat ini masih ada kabupaten yang masih tergolong rawan pangan, seperti Kabupaten Kepulauan Meranti. Meskipun di sana banyak menghasilkan sagu, namun sagu itu belum menjadi makanan pokok. Karena sampai sekarang ini makanan pokok itu indikatornya masih beras," kata Syamsuar dikutip dari tribunpekanbaru.

Dikatakan, setidaknya ada lima daerah di Riau yang masuk dalam kategori daerah rawan pangan, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kampar.

"Kondisi ini harus menjadi perhatian seluruh bupati, karena kalau sempat suatu saat kita kekurangan dukungan dari provinsi tetangga berkaitan dengan pasokan pangan, maka ini akan menjadi persoalan baru bagi daerah Riau, karena akan terjadi kerawanan pangan. Tentu kondisi ini tidak kita harapkan," ujarnya.

Untuk itu, Gubri H Syamsuar juga meminta pihak universitas-universitas yang ada di Riau untuk dapat membantu masyarakat melalui penelitian yang dilakukan, dalam hal pengembangan tanaman pangan. Selain itu, juga melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak selalu bergantung kepada tanaman kelapa sawit.

"Jangan terus menerus tergantung kepada sawit, karena masih banyak tanaman lainnya yang juga menjanjikan dalam hal pendapatan. Seperti jahe, nenas, atau pinang yang mudah ditanam serta banyak di ekspor," sebutnya.

Dalam rencana pengembangan tanaman pangan tersebut, lanjut Syamsuar, juga sudah didukung oleh pemerintah pusat yang mengeluarkan moratorium pemberian izin penanaman kelapa sawit, terutama di lahan gambut. Diharapkan dengan kebijakan tersebut, sekaligus bisa memperkecil risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Diharapkan jika masyarakat mulai mengembangkan tanaman pangan, maka lahan-lahan yang ada akan lebih terjaga, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan," terangnya.

Gubri H Syamsuar juga mengajak para bupati yang ada di Riau untuk bisa mengembangkan usaha tanaman pangan, terutama padi sebagai makanan pokok. Agar jika nantinya terjadi bencana, ketersediaan bahan pangan di Riau tidak terganggu.

"Mari manfaatkan lahan-lahan yang ada di kabupaten untuk pengembangan tanaman pangan. Kalaupun lahannya terbatas, maka bisa menggunakan bibit unggul tanaman pangan yang masa panennya bisa cepat," katanya lagi.

Seperti diketahui, poduksi beras di Provinsi Riau cenderung mengalami penurunan sejak tahun 2014 hingga awal tahun 2020. Bahkan saat ini, petani gabah di Riau hanya mampu menyediakan 33 persen saja dari kebutuhan konsumsi beras di Riau. Di sisi lain, tingkat konsumsi beras di Riau terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Syamsuar mengungkapkan, salah satu penyebab turunnya produksi beras di Riau akibat adanya penurunan hasil panen gabah di tingkat petani.

Belum menggembirakannya hasil panen gabah di Riau disebabkan oleh beberapa faktor. Selain dukungan sarana dan bibit serta pupuk yang tidak memadai, faktor alam juga menjadi penyebab rendahnya hasil panen padi di wilayah Riau.

"Irigasi persawahan kita belum baik. Beberapa daerah yang menjadi pusat persawahan juga banyak yang berdekatan dengan sungai, sehingga rawan mengalami banjir. Seperti di Inhu, Inhil, dan kuansing," katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Gubri Syamsuar, tahun 2019 lalu produksi beras di Riau sekitar 208.656 ton. Sedangkan angka konsumsi beras di Riau mencapai 634.063 ton, sehingga terjadi defisit beras hingga 425.496 ton pada tahun 2019 lalu.

"Ini jelas menjadi persoalan. Kita akan minta dukungan dari pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan ini. Karena setiap tahun produksi beras kita mengalami penurunan, jadi kita berharap di tahun ini bisa kita tingkatkan," tuturnya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Pelantikan Pengurus DPK STKKRH Periode 2021-2026.Bupati Rohil Kukuhkan Pengurus DPK STKKRH Periode 2021-2026
Kapolda Riau menerima surprise ulang tahun dari Gubernur Riau.Gubri Beri Kejutan Ulang Tahun Kapolda ke-54
Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil saat bersilaturahmi ke LAM RiauSilaturahmi ke LAM Riau, Adil Akan Terap dan Lestarikan Budaya Melayu di Sistem Pemerintahan
Bupati Bengkalis Kasmarni menghadiri Musrenbang Kecamatan Mandau.Musrenbang Kecamatan Mandau, Kades Lurah Sampaikan Usulan Prioritas
Bupati Bengkalis Kasmarni saat menghadiri rakor monev pemberantasan korupsi di Pekanbaru.Ikuti Monev Pemberantasan Korupsi, Bupati Bengkalis Komit Tindak Lanjuti Arahan KPK
  IlustrasiGubri Minta Kabupaten/Kota Awasi Karhutla dari Tingkat RT
Bupati Harris dan Ketua PWI pelalawan, Zulhamsyah, serta jajaran pengurus PWI Pelalawan saat meninjau lahan bagi Kantor PWI Pelalawan. Bersama Bupati, Ketua PWI Pelalawan Tinjau Lokasi Lahan Kantor PWI
Gubernur Riau SyamsuarTahun Ini Pemprov Riau Berencana Rekrut 189 Ribu ASN Baru
Wabup Bagus Santoso didampingi Kalaksa BPBD Tajul Mudarris meninjau karhutla di Desa Teluk Latak.30 Hektare Lahan Terbakar, Bagus: Karhutla Bengkalis Jadi Isu Internasional
Bupati terpilih H Zukri saat menghadiri panen raya cabai milik masyarakat.Hadiri Panen Raya Cabai Milik Masyarakat, Ini Kata Bupati Terpilih H Zukri

BERITA LAINNYA    
Kendaraan dinas dikumpulkan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti untuk dicek fisikAkan Dicek Fisik, Seluruh Kendaraan Dinas Apel di Kantor Bupati Kepulauan Meranti
Sekda Abdul Haris, Kapolres dan Danramil 02/ Rambah juga Kasi Pidum Kejari Rohul pantau peralatan untuk penanganan Karhutla di gudang BPBD RohulAntisipasi Karhutla, Kapolres dan Pemkab akan Bangun 3 Posko
ilustrasiRiau Tambah 65 Kasus Positif Covid-19, Dua Meninggal
Gubri saat diwawancarai usai rapat koordinasi bersama Forkompinda kabupaten dan kota se-Provinsi Riau secara virtual, Senin (8/3/21).
TMC Diharapkan Dapat Kurangi Perluasan Karhutla di Riau
Ilustrasi CoronaRiau 64 Kasus, Ini Sebaran 6.894 Kasus Baru Covid-19
  Ketua PWI Riau, Zulmansyah SekedangBesok, Ketua PWI Riau Lantik Pengurus PWI Dumai
Suasana Sosialisasi Larangan Membakar Hutan dan Lahan kepada sejumlah elemen masyarakat, organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi kemasyarakatan (Ormas)Semua Pihak Harus Berperan Aktif, Jangan Apatis
Ilustrasi tindakan asusila (net)Gawat, Oknum Kepala Desa di Kepulauan Meranti Diduga Hamili Adik Iparnya
Foto bersamaBupati Kasmarni Instruksikan Perangkat Daerah Fokus pada Lokus
Wakil Ketua DPRD Rohul, Hardi Chandra saat jalani vaksinasi Covid-19 di RSUD.20 Wakil Rakyat dan ASN di DPRD Rohul Selesai Divaksinasi
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved