www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Inter Kalah Lawan Bologna di Kandang Sendiri, Napoli Bekuk AS Roma
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
KLHK Targetkan Restorasi Gambut 2 Juta Hektare Bisa Capai 90 Persen
Jumat, 11 Oktober 2019 - 22:24:56 WIB
Hamparan tananam buah nanas pada area lahan gambut di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dengan Program "Siak Hijau" inovasi untuk mengembangkan lahan gambut terus dilakukan oleh pemda setempat. FOTO: Antara
Hamparan tananam buah nanas pada area lahan gambut di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dengan Program "Siak Hijau" inovasi untuk mengembangkan lahan gambut terus dilakukan oleh pemda setempat. FOTO: Antara

SIAK - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam aksi mitigasi sektor kehutanan menargetkan restorasi gambut seluas 2 juta hektare pada 2030.

"Target restorasi tersebut dengan tingkat kesuksesan 90 persen," kata Dirjen Pengendalian Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (11/10/2019).

Dalam paparan bertema "Pemanasan Global dan Perubahan Iklim" pada diskusi bertajuk "Dibalik Asap: Tantangan dan Upaya Kabupaten Melawan Kebakaran Hutan" pada Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) 2019 dalam rangkaian Festival Kabupaten Lestari (FKL) II yang disampaikan Kasubdit Inventarisasi Gas Rumah Kaca Non-Lahan, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ratnasari Wargahadibrata, ia juga menjelaskan tentang upaya-upaya dalam rangka restorasi gambut.

Upaya itu, kata dia, yakni rewetting berupa pembuatan sekat kanal dan sumur bor. Kemudian, revegetation, dalam bentuk pembuatan persemaian, pembibitan dan penanaman.

Selain itu, katanya, juga melakukan "revitalization", yakni mengembangkan kegiatan-kegiatan sumber mata pencaharian alternatif.

Pada kegiatan yang diikuti sejumlah kepala daerah yang tergabung dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) -- di mana Kabupaten Siak adalah salah satu anggota LTKL yang tahun ini menjadi tuan rumah dan berlangsung pada 10-13 Oktober 2019, Dirjen juga menyampaikan target mitigasi lainnya di sektor kehutanan,  di antaranya adalah penurunan deforestasi 450 ribu ha/tahun hingga 325 ribu ha/tahun pada 2030.

Selain itu  peningkatan penerapan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan, baik di hutan alam maupun di hutan tanaman dan juga rehabilitasi lahan terdegradasi seluas 12 juta ha pada 2030 atau 800 ribu ha/tahun dengan tingkat kesuksesan sebesar 90 persen

LTKL sendiri memiliki 11 kabupaten anggota di delapan provinsi Indonesia, yakni Kabupaten Musi Banyuasin (Sumsel), Kabupaten Siak (Riau), Kabupaten Sintang (Kalbar), Kabupaten Sigi (Sulteng), Kabupaten Bone Bolango (Provinsi Gorontalo), Kabupaten Gorontalo (Provinsi Gorontalo), dan Kabupaten Aceh Tamiang (Provinsi Aceh), 14 jejaring mitra dan bekerja berdampingan dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (APKASI).

Sementara itu, Bupati Siak H Alfedri juga menyampaikan upaya daerah itu dalam pencegahan karhutla.

Ia menjelaskan Kabupaten Siak dengan luas 8.556,09 km2 di Pesisir Pulau Sumatera memiliki seluas 484.500 ha gambuta atau mencapai 57 persen.

Sembilan dari 14 kecamatan gambut, 67 dari 131 kampung/kelurahan gambut, di mana gambut rawan terjadi karhutla.

Khusus dalam pencegahan karhutla dalam restorasi gambut, upaya yang dilakukan melalui Program "Siak Hijau" adalah memmanfaatkan lahan tidur -- yang masih memerlukan regulasi -- agar bisa mengatur lahan tidur milik orang lain dimanfaatkan oleh kelompok tani tempatan.

Selain itu, perkebunan kelapa sawit harus terawat dan bersih dari belukar, memperbanyak sosialisasi berupa spanduk dan baliho di dalam areal perkebunan/hutan, dan memperbanyak mesin pemadam portabel berikut perlengkapannya.

Kemudian, memperbaiki sekat kanal, penertiban perusahaan perkebunan tanpa izin, penertiban penguasaan lahan di areal konsesi perusahaan, dan program perhutanan sosial dan lain dan sebagainya.

"Untuk penebangan hutan alam di Kabupaten Siak memang sudah tidak ada lagi," kata Alfedri dikutip antara.

Dalam diskusi itu, paparan pengalaman mencegah karhutla juga disampaikan Bupati Kabupaten Sintang, Kalbar Jarot Winarno, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Sumsel, Beni Hernedi.

Sedangkan kalangan LSM dan lembaga non-pemerintah yang menyampaikan paparan adalah Teguh Surya dari Madani Berkelanjutan, Bukti Bagja dari World Resources Institute Indonesia (WRI Indonesia), CIFOR, Sawit Watch, Serikat Petanian Kelapa Sawit (SPKS), Winrock Indonesia, Yayasan Elang, CORE, sebuah aksi kolaborasi swasta dan pemerintah kabupaten dalam tata kelola kelapa sawit. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 Ilustrasi hujan buatan. Cegah Karhutla, KLHK Lakukan Rekayasa Hujan Basahi Gambut di Riau
Helikopter untuk water bombing di Riau.KLHK Kirim Helikopter ke Riau untuk Bantu Padamkan Karhutla
Pemadaman lahan terbakar.Hutan Konservasi Giam Siak Kecil Terbakar, Pemadaman Terkendala Sumber Air
  Ilustrasi. Foto: AntaraBantu Penanganan Karhutla, KLHK Tempatkan Satu Heli Bell di Riau
Sejumlah pekerja menggunakan alat berat untuk menyelesaikan pembangunan terowongan gajah di proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Foto: Antara Agar Sesuai Standar, KLHK Awasi Pembangunan Terowongan Gajah di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai
Jembatan Siak IV akan ditutup jalur dalam beberapa hari ke depan. Jembatan Siak IV Bakal Ditutup Satu Jalur hingga beberapa Hari, Sebab...

 
Berita Lainnya :
  • Inter Kalah Lawan Bologna di Kandang Sendiri, Napoli Bekuk AS Roma
  • Target Produksi Minyak Mentah Riau Dipangkas Akibat Penurunan Harga
  • Karyawan BOB Salurkan 100 Paket Sembako kepada Warga Siak Terdampak Covid-19
  • Mobil Meledak Usai Pemotor Lempar Benda Mencurigakan
  • Mahasiswa Satgas Kerelawanan Covid-19 Unri Bantu Pelaksanaan UTBK 2020 di Era New Normal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Serahkan Figura Gerakan 1.000 Kantong Darah Relawan Peduli Covid-19
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved