www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Warga RTB Rambah Dambakan Jalan Layak untuk Angkut Hasil Kebun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Ke Thailand saat Riau Berasap Parah, Gubri Diminta Tidak Gegabah
Rabu, 11/09/2019 - 17:56:22 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar MSi tidak mengikuti Salat Istisqa yang dilaksanakan tadi pagi di lapangan kantor Gubernur Riau, Rabu (11/9/2019).

Gubri malah memilih hadir di acara Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangel (IMT-GT) ke-25 di Krabi, Thailand.

Berdasarkan informasi, orang nomor satu di Riau itu diminta untuk menjadi anggota delegasi RI pada rangkaian pertemuan tingkat menteri itu.

Hal itu seperti disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Syah Harrofie, Rabu (11/9/2019). Dimana katanya, pertemuan yang dihadiri Syamsuar merupakan pembahasan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di Penang, Malaysia.

"Pertemuan ini Pak Gubernur membahas khusus tentang pengoperasian RoRo Dumai - Malaka, sebagai akses pertama antara Pulau (Provinsi Riau) dengan Malaysia dan Thailand," kata Ahmad Syah.

Selain itu, Gubernur juga akan memperjuangkan harga sawit, karet, dan kelapa, serta mempromosikan potensi investasi di Riau.

Menanggapi hal itu, Ervan Ibsahrodan SH yang merupakan mantan Presma Universitas Lancang Kuning buka suara.

"Di tengah sesak nafasnya masyarakat Riau akibat kabut asap karhutla, Gubri masih sempat memikirkan dan mencari peluang strategis untuk ekonomi di mata dunia," ujar calon mahasiswa yang akan menempuh distance Learning Magister of Law  Di USW Inggris itu kepada MRNetwork, Rabu (11/9/2019) sore.

Mahasiswa yang lulus Cumlaude di Unilak ini tak menampik bahwa Syamsuar dikenal hebat dalam kelola wisata. "Pak Gubri melihat hal itu, tapi tanpa melihat masyarakat Riau yang sudah banyak terkena ISPA," terangnya.

Dia juga berharap agar Gubernur lebih mengutamakan kepentingan dan kesehatan masyarakat.

"Harap saya, semoga Pak (Gubri) Syamsuar tidak gegabah dengan hal itu. Masyarakat Riau menginginkan kabut asap hilang bukan mau mencari peluang ekonomi wisata. Sedangkan di Riau masyarakat perlahan-lahan akan mati kalau karhutla tidak cepat ditanggulangi," sebut Ervan.

"kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau di beberapa bulan terakhir, mulai membuat masyarakat resah. Selain membahayakan bagi kesehatan, akibat bencana asap ini berdampak juga bagi dunia Pendidikan, anak sekolah jadi terganggu proses belajar dan mengajarnya," pungkasnya.

Penulis: Rivo Wijaya
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Warga RTB Rambah Dambakan Jalan Layak untuk Angkut Hasil Kebun
  • PUPR Rohul Siapkan Anggaran Rp1 Miliar untuk Bangun Akses Jalan ke Air Panas Hapanasan
  • Baksos HUT PWI Riau Himpun 96 Kantong Darah, Deslina dan Frikles Raih Door Prize ke Australia
  • Kajari Rohul Gelar Konsolidasi Internal, Penanganan Korupsi Jadi Prioritas
  • Buntut Kasus Harun Masiku, Yasonna Laoly Copot Dirjen Imigrasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Perayaan Imlek Bersama di Pekanbaru
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved