www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Inilah Elektabilitas Paslon di Pilkada Bengkalis Berdasarkan Survei dan Polling
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau Akan Barter Aset
Selasa, 06 Agustus 2019 - 15:32:07 WIB
Pasar Cik Puan yang masih terbengkalai.
Pasar Cik Puan yang masih terbengkalai.

PEKANBARU - Beberapa aset Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih menjadi polemik, di antaranya, Pasar Cik Puan dan Pujasera Arifin Ahmad.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Pekanbaru, Syoffaizal mengatakan, untuk kedua aset itu masih proses administrasi. Ia menyebut, ada beberapa penawaran dari Pemprov terkait aset ini.

Syoffaizal menjelaskan, Pemko Pekanbaru dengan Pemprov Riau nantinya sudah ada rencana saling tukar atau barter aset. "Kalau aset yang tercatat di kita dipakai provinsi, dan begitu sebaliknya nanti ada semacam barter aset. Kita diberi waktu satu minggu. Jatuhnya Kamis besok, antara BPKAD Provinsi dan BPKAD kita (Pemko Pekanbaru) sedang proses untuk itu. Nanti kita akan rapat lagi," jelas Syoffaizal.

"Untuk aset kedua belah pihak sudah sepakat. Seperti gedung di Jalan Arifin Ahmad aset kita yang dipakai Provinsi Riau, mungkin kita serahkan saja ke Provinsi Riau. Jadi nantinya barter aset. Inikan antar pemerintah jadi tidak sulit," tambahnya.

Sebelumnya, KPK melakukan mediasi antara Pemprov Riau dengan Pemko Pekanbaru mengenai aset yang selama ini dianggap tumpang tindih atau saling pinjam pakai. Yang paling menyita perhatian yakni aset Pasar Cik Puan di Jalan Nangka Pekanbaru.

Selama pemerintahan Walikota Pekanbaru periode 2001-2011, Herman Abdullah, Pasar Cik Puan sempat dibiayai pembangunan melalui APBD. Anggaran yang telah digelontorkan sekitar Rp20 miliar.

Hal itu dilakukan karena pemerintahan Herman Abdullah menyebut aset Pasar Cik Puan sudah dihibahkan Pemprov Riau yang waktu itu dipimpin Gubernur Riau Wan Abubakar.

Namun belakangan ketika Firdaus MT menjabat Walikota Pekanbaru, pembangunan Pasar Cik Puan terpaksa dihentikan. Pasalnya Pemprov Riau mengeklaim bahwa Pasar Cik Puan masih aset mereka. Namun polemik itu nampaknya akan berakhir, setelah dimediasi KPK dan Pemko Pekanbaru sepakat dengan Pemprov Riau untuk saling barter aset.

Penulis : Delvi Adri
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 

BERITA LAINNYA    
IstInilah Elektabilitas Paslon di Pilkada Bengkalis Berdasarkan Survei dan Polling
Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar NasutionWagubri Buka Seminar Percepatan Pembauran Dalam Pembangunan Daerah Riau
IlustrasiJarang Disadari, Berikut 6 Gejala Covid-19 Terbaru Selain Batuk dan Pilek
  Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov), pada tanggal 5-6 Desember 2020 di Hotel Furaya Pekanbaru.Dukung Penuh Perkembangan Bulutangkis Riau, Ini Pesan Kadispora ke Pengprov PBSI
Dandrem 031/Wirabima Brigjen TNI M Syech IsmedDandrem 031/WB Ingatkan Setiap Kegiatan Patuhi Protokol Kesehatan
Penyerahan SK oleh Pimpinan Pusat PT Ameera Mekkah H Salman Ponimin Lc kepada Kepala Cabang
 PT Ameera Mekkah Cabang Kepulauan Meranti, Fitria Ningsih, JumAmeera Mekkah Cabang Kepulauan Meranti Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Tahun 2021
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Penandatanganan Pakta Integritas Ikatan 4968
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved