www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Kuota Layanan Paspor di Imigrasi Dumai Selama Pandemi Covid-19 Dibatasi 50 Persen
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Hindari Konflik dengan Manusia, Gajah Liar di Riau Bakal Dipasangi GPS
Kamis, 13 Juni 2019 - 12:09:02 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Gajah liar di Riau akan diberikan kalung GPS collar (alat pemantau pergerakan). Kalung tersebut berfungsi untuk mengetahui pergerakan gajah sehingga mudah terpantau agar tidak terjadi konflik salah satunya konflik dengan manusia.

"Kita sudah melakukan hal ini ke gajah di Aceh dan Jambi. Kalung GPS Collar ini juga akan kita coba untuk diberikan ke gajah liar yang ada di Riau," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK, Wiratno dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (12/6/2019).

Wiratno menyebutkan, pemasangan kalung GPS Collar ini nantinya akan mengetahui pergerakan gajah liar tersebut. Sehingga dengan demikian, bila pergerakannya akan keluar dari habitatnya akan segera dikembalikan ke posisi awal.

"Kalau sudah terpasang GPS Collar nantinya kita akan tahu pergerakan gajah tersebut. Dengan demikian kita akan mudah untuk melacak keberadaannya," kata Wiratno.

Namun demikian, pemasangan kalung GPS ini tidak dilakukan pada setiap gajah liar. Pemasangan kalung tersebut hanya diberikan kepada pimpinan kelompok gajah liar. Karena setiap pergerakan gajah itu selalu dipimpin satu ekor gajah yang biasanya gajah induk.

"Gajah ini selalu hidup berkelompok. Jadi pemasangan GPS Collar ini cuma pada pimpinan kelompok gajah saja, tidak semuanya," kata Wiratno.

Pemasangan kalung GPS ini, kata Wiratno, teknisnya adalah, gajah induk terlebih dahulu harus ditembak bius. Setelah terbius, barulah kalung tersebut dipasangkan.

"Harga satu kalung GPS Collar ini mencapai 5.000 Dollar AS," kata Wiratno.

Sebagaimana diketahui, saat ini ada 6 ekor gajah liar berada di perkebunan sawit di Kecamatan Peranap dan Kelayang. Gajah liar ini berasal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Hari ini tim BBKSDA Riau bersama dua gajah latih akan menggiring gajah tersebut untuk kembali ke TNTN. (*)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Sejumlah pekerja menggunakan alat berat untuk menyelesaikan pembangunan terowongan gajah di proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Foto: Antara Agar Sesuai Standar, KLHK Awasi Pembangunan Terowongan Gajah di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai
Bangkai gajah sumatera berkelamin betina mati di konsesi hutan tanaman industri PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (7/2/2020). Foto: AntaraSeekor Gajah Sumatera Betina Mati di Konsesi Hutan Tanaman Industri Bengkalis
IlustrasiTekan Potensi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar di Riau Dipasangi GPS
  IlustrasiAnak Gajah di Riau Mati usai Jalani Perawatan 2 Bulan
Petugas cek kehamilan Nagtini menggunakan alat medis USG.Ngatini Hamil, Populasi Gajah Riau akan Bertambah
IlustrasiAnak Gajah di Riau Kembali Terkena Jerat Pemburu, Kondisi Memprihatinkan

 
Berita Lainnya :
  • Kuota Layanan Paspor di Imigrasi Dumai Selama Pandemi Covid-19 Dibatasi 50 Persen
  • Stuban Bansos, Komisi II DPRD Kampar Kunker ke Dinas Sosial Kabupaten Siak
  • Forum CSR Bengkalis Diaktifkan Kembali Setelah 5 Tahun Vakum
  • Pecah Rekor, Indonesia Periksa 23.519 Spesimen Covid-19 Hari Ini
  • Data Terbaru Covid-19 Dumai: 4 Pasien Sembuh, 1 Positif Baru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Serahkan Figura Gerakan 1.000 Kantong Darah Relawan Peduli Covid-19
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved