www.halloriau.com
14:00 - Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, 5 Orang Tewas 2 Luka Berat | 13:28 - Riau Akan Distribusikan 15.240 Vaksin Covid-19 untuk 3 Daerah Ini | 12:32 - Abaikan Prokes Covid-19, Kerumunan Warga Penerima BLT Dibubarkan | 18:21 - Kadiskes Riau: Rapid Test Antigen Swab Syarat Perjalanan Keluar Daerah | 18:21 - Penahanan Yan Prana, Kejati Beralasan Tersangka Menghilangkan Barang Bukti | 16:00 - Setdaprov Riau, Yan Prana Jaya ditahan Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Riau
 
Ketika Bisnis Otomotif di Riau Dihantam Corona
Daya Beli Berkurang, Revisi Target Penjualan Hingga Maksimalkan Digital Marketing
Sabtu, 25 April 2020 - 23:04:44 WIB
ilustrasi
ilustrasi

PEKANBARU - Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 mulai terasa ke bisnis otomotif Provinsi Riau memasuki periode Maret 2020 dan diprediksi berlanjut akhir kuartal II (Juni 2020).

Berdasarkan data terhimpun halloriau.com, penjualan mobil selama bulan Maret 2020 di Provinsi Riau mengalami penurunan akibat terdampak Virus-19 atau Corona. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni Februari penjualan turun sebanyak 73 unit dari 2.153 unit menjadi 2.080 unit.

Penjualan Toyota masih tetap mendominasi sebagai merek terlaris bulan Maret lalu dengan mencatatkan angka penjualan 586 unit atau menguasai market share 28,2 persen. Namun jika dibandingkan builan sebelumnya, angka ini masih mengalami penurunan dari total 612 unit di Februari. Namun secara total penjualan Toyota selama triwulan pertama masih terlaris sebanyak 2.080 unit.

Mitsubishi masih menempati posisi kedua dengan membukukan penjualan di bulan maret sebanyak 470 unit atau market share sebesar 22,6 persen. Sama seperti Toyota, penjualan di bulan Maret juga mengalami penurunan dari 515 unit di Februari lalu dari total penjualan selama triwulan pertama sebanyak 1.549 unit.

Beda dengan Toyota dan Mitsubishi, penjualan Daihatsu di bulan Maret mengalami kenaikan dari jualan Februari sebanyak 333 unit menjadi 406 unit atau 19,5 persen dari total penjualan triwulan pertama sebanyak 1.0080 unit. Kenaikan penjualan di bulan Maret juga dialami Honda dari 293 unit di Februari menjadi 311 unit di bulan Maret atau market share sebesar 15,0 persen dari total jualan triwulan pertama sebanyak 906 unit.

Sementara itu, di posisi kelima, Suzuki mencatatkan penjualan yang juga mengalami penurunan dari bulan Februari 188 unit menjadi 152 unit atau 7,3 persen dari total jualan selama triwulan pertama sebanyak 602 unit. Penurunan penjualan juga dialami Isuzu dari 66 unit menjadi 45 unit atau 2,2 persen dari total penjualan periode Januari-Maret sebanyak 152 unit.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menilai industri otomotif kini hanya bisa berharap dari kalangan menengah ke atas. Sedangkan kalangan menengah ke bawah sudah kesulitan.

Berdasarkan data, terdapat 4,8 persen penurunan konsumsi rumah tangga. Sehingga konsumsi untuk kebutuhan otomotif akan dikesampingkan.

"Konsumsi rumah tangga, saya kira saat ini siapa yang mau membeli konsumsi untuk non makanan," kata Tauhid Ahmad melalui wawancara virtual bersama Forum Wartawan Otomotif, belum lama ini.

Konsumen Loyal
Tauhid menilai, pandemik corona juga mempengaruhi strategi penjualan produsen otomotif. Konsumen loyal menjadi target utama penjualan otomotif ketimbang pegawai bergaji tetap. Alasannya, minat membeli dari kalangan pegawai terganggu dengan ketidakstibilan konsumsi selama corona dan kecemasan tidak mendapat gaji ke-13.

"Misalnya sekarang, gaji pegawai tetap hampir keseluruhan ada yang terganggu. Contoh PNS mulai digoyang oleh golongan lain yang tetap mendapat gaji 13 untuk THR, tapi golongan empat atau pejabat di atasnya akan berkurang, jadi akan berdampak untuk pembelian," kata dia.

"Artinya, kemampuan mereka untuk melakukan pembelian, kredit juga akan berdampak," kata dia.

Untuk itu, Tauhid Ahmad menilai bahwa harapan industri otomotif Indonesia untuk saat ini adalah kalangan menengah atas dan kelompok swasta.

"Pada konsumsi berbagai sektor mulai berdampak, tetapi mungkin pada level menengah atas dan pekerja swasta masih punya harapan. Jika lihat secara umum, pasti turun daya beli," terang dia.

Masa Recovery
Lebih lanjut Tauhid memprediksi masa pemulihan akan terjadi pada bulan kuartal III setelah kasus corona pertama masuk Indonesia pada Maret 2020.

"Ketika Covid itu mendekati titik bawah atau tidak ada kasus sama sekali, orang akan mulai aktivitas normal. Ekonomi mulai kembali dan pemerintah mulai mengurangi pembatasan dan pabrikan mulai berproduksi, kalau kita proyeksi bulan ketujuh mulai recovery. Syaratnya pemerintah dan segenap pemangku kepentingan lain mengambil langkah cepat dan tanggap untuk membenahi sektor yang terdampak," katanya.



Sementara itu, menanggapi dampak virus Corona (Covid-19) yang menyebabkan penurunan penjualan mobil saat ini, Deputi Regional Manager Agung Toyota Wilayah Barat, Aulia Muhammad mengungkapkan Agung Toyota sangat merasakan sekali dampak Covid-19 hingga mempengaruhi jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) dan penurunan service hingga 55 persen.

"Per tanggal 20 April lalu saja dampak untuk SPK kita turun 56 persen dan DO turun 44 persen. Kita memprediksi pada Q2 (April-Juni 2020) akan terjadi penurunan sampai 50 persen. Hal ini menyebabkan adanya revisi target sampai akhir tahun dengan perkiraan awal turun 32 persen," ungkap Aulia Muhammad yang juga Branch Manager Agung Toyota Sutomo, Pekanbaru kepada halloriau.com, Kamis (23/4/2020).

Untuk menindaklanjuti dampak Corona pada berbagai sektor di bisnis otomotif ini, ada arahan dari Toyota Astra Motor untuk fokus pada peningkatan market share karena secara penjualan saat ini sangat sulit untuk diprediksi. Nah upaya yang dilakukan, lanjutnya meningkatkan proses promosi melalui digital marketing dan tele marketing. Seperti program konsumen bisa melakukan pembelian mobil Toyota dari rumah, melakukan service kendaraan di rumah dan lainnya.



Terpisah, Main Dealer Suzuki Wilayah Riau, PT Sejahtera Buana Trada (SBT) juga mengungkapkan sangat terdampak dengan adanya Covid-19 sejak Maret minggu ke-3 penjualan sudah mulai turun sampai hari ini.

Menurut Branch Manager Suzuki SBT SM Amin, Nur Hikmah ada beberapa faktor efek Covid -19. Pertama daya beli masyarakat sudah pasti turun, kedua roda ekonomi yang statis. Ketiga para pengusahapun sudah terdampak efek dari Covid-19, sehingga yang ada pembelian mobil pun hanya orang-orang tertentu dan tentunya sangat urgent akan kendaraan. Hal ini juga dipengaruhi dukungan dari lembaga pembiayaan yang saat ini bermain di uang muka (down payment/DP) di atas 30 persen. Sementara customer sudah terbiasa dimanjakan dengan DP 20% dan 25%.

"Jika dibandingkan dengan bulan lalu sampai tanggal 20 April lalu penurunan penjualan mobil Suzuki di Riau berkisar 40 persen," ungkap Nurul.

Dijelaskan, adapun perkiraan penjualan April hingga Juni atau Q2 dengan kondisi saat ini sudah pasti akan terjadi penurunan yang signifikan, apalagi dengan sudah dijalankannya PSBB dan WFH saat ini.

Untuk selanjutnya Suzuki SBT hanya bisa berharap keadaan segera membaik dan pulih sehingga roda ekonomi dan daya beli masyarakat bisa tumbuh.

"Upaya yang kita lakukan agar tetap bisa bertahan, kita maksimalkan bermain di media online, semua wiraniaga kita support untuk aktif di media online dan tentunya diimbangi dengan follow up baik di kantor maupun pada saat WFH, segala cara kita lakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19. Adapun untuk pelayanan service kita masih tetap buka seperti biasa hanya saja dengan ketentuan jam kerja mulai jam 10.00 hingga 15.00 WIB, sesuai surat izin yang kami terima dari dinas terkait," kata Nurul.



Beli Mobil dari Rumah
Hampir sama dengan Suzuki, PT Kertajaya Utama Group (KJU) juga sangat merasakan dampak situasi saat ini hingga penjualan turun hingga 35 persen lebih.

Ricky W Anwar, Wakil Direktur PT KJU mengakui jika Covid-19 belum berakhir, maka penjualan Honda akan semakin berdampak dan harus mencari jalan keluar secepatnya agar bisa terus bertahan.

"Untuk atasi situasi ini, Honda KJU memanfaatkan peluang dari media sosial, penawaran melalui tele marketing atau online. Kami menawarkan kepada customer saatnya membeli mobil Honda dari rumah ataupun jika melakukan service kendaraan bisa dilakukan di rumah. Customer bisa menghubungi nomor telepon untuk layanan Honda Soekarno Hatta dan SM Amin di Pekanbaru, Honda SM Amin di Siak dan HSH Duri," kata Ricky W Anwar.



Penyesuaian Target

Bagi Wuling, merebaknya virus Covid-19 sangat berdampak sskali terhadap penjualan yang turun sampai 35 % dan untuk layanan service turun 10 %.

Bahkan untuk kuartal II, sama dengan merek lainnya juga melakukan penyesuaian target dengan koreksi target sampai 30 persen.

"Untuk meningkatkan penjualan kita lakukan dengan memanfaatkan digital marketing dengan iklan sosmed maupun web begitu juga dengan service agar bisnis bisa tetap tumbuh," ungkap Noto Prayetno, Branch Manager Wuling Pekanbaru, kemarin.



Kalkulasi Ulang
Bagi salah satu dealer Mitsubishi, PT Suka Fajar Pekanbaru, pihaknya juga sangat terdampak Covid-19 ini. Menurutnya masyarakat saat ini banyak yang mengkalkulasi ulang rencana pembelian mobilnya. Akibat kondisi ekonomi saat ini, penjualan unit turun sampai 50 %.

"Kami memperkirakan penjualan Mei-Juni masih akan turun, terkait larangan mudik ataupun bepergian keluar kota. Apalagi setelah ini, akan memasuki waktunya anak masuk sekolah/kuliah," ungkap Branch Manager PT Suka Fajar, Budi Kurniawan kepada halloriau.com, kemarin.

Terkait perubahan target akibat dampak Covid-19, Budi Kurniawan menjelaskan terjadi perubahan target untuk bukan April sebesar 30 persen. Bahkan untuk selanjutnya, Budi memaparkan angka tersebut akan berbeda karena penurunan angka penjualan.

"Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kondisi saat ini, marketing kita arahkan ke online, prospek melalui medsos dan web. Kita berharap adanya kebijakan pemberlakukan PSBB khusus untuk bisnis otomotif karena kita akan berupaya memanfaatkan peluang sekecil apapun. Sebab jika tanpa penjualan, kita tentunya pasti akan kesulitan sementara kita juga banyak memiliki karyawan yang tergantung dengan kinerja perusahaan," jelas Budi Kurniawan.

Hal yang sama juga dirasakan dua dealer Mitsubishi lainnya yakni PT Nusantara Berlian Motor, Arengka Pekanbaru dan PT Dipo Internationl Pahala Otomotif, Pekanbaru.

Menurut Branch Manager NBM, Gunawan, pihaknya berharap badai Corona ini segera selesai karena sangat berdampak pada penurunan penjualan mobil Mitsubishi dan service karena ditutupnya bengkel untuk sementara waktu.



Upaya Jemput Bola
Demikian juga bagi Astra Daihatsu Cabang Pekanbaru. Saulius Farlyan, Branch Manager Astra Daihatsu Cabang Pekanbaru memaparkan pemesanan kendaraan menurun drastis hingga hanya mencapai 40% dibandingkan bulan lalu sedangkan untuk service mengalami penurunan sekitar 40%.

Prediksi penjualan dibanding target sekitar 40%. Dampaknya jelas sangat besar karena market otomotif biasanya booming saat jelang lebaran/puasa.

"Untuk target direduksi menjadi sekitar 60% dari rencana awal," kata Saulius.

Kebijakan saat ini melakukan upaya jemput bola, dimana marketing melakukan follow up dari rumah. Jika sudah mendekati kesepakatan baru boleh melakukan kunjungan dengan menggunakan protap Covid (masker dan penerapan safety distance). Salesman dilarang melakukan blind canvass yang belum jelas tujuannya.

Pembayaran tanda jadi dan DP hanya diterima melalui transfer (non cash)," kata Saulius.

Demikian juga untuk service juga melakukan hal yang sama, promo lewat sosial media dan call kepada customer yang sudah jatuh tempo untuk service. Astra Daihatsu punya Daihatsu Home Service untuk layanan promo ini.
Saat ini bengkel sudah buka dengan layanan separuh tim. Operasional bengkel diizinkan dengan layanan tidak full team dan sudah mendapat persetujuan SIINas yang diurus oleh kantor pusat.

"Kita sangat berharap situasi ini cepat berlalu sehingga bisnis di sektor otomotif di Riau bisa menggeliat lagi," harap Saulius dengan penuh optimis dan semangat.

Penulis: Budy Satria
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kepala dinas kesehatan Riau Mimi Yuliani NazirSebelum Vaksinasi, Ada 4 Prosedur Harus Dilakukan
Kadiskes Riau, Mimi Yuliani NazirPositif Covid-19 Riau Bertambah 160 Kasus, 93 Dari Pekanbaru
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani NazirTotal Kematian Corona Riau 597 Orang, Pekanbaru Sumbang 273 Kasus
  Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir24.171 Pasien Corona di Riau Sembuh, Ini Sebarannya
Kadiskes Riau, Mimi Yuliani NazirPositif Corona Riau Bertambah 110 Kasus, 96 Orang Pasien Sembuh
Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir1,8 Juta Vaksin Corona Tambahan Tiba, Distribusi ke Riau Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

BERITA LAINNYA    
Foto bersama.Polda Riau Gagas Dialog Interaktif Bertema Riau Sejahtera, Polri dan Masyarakat Menjaga
Ismardi Ilyas Kadisdik Ingatkan Sekolah Tidak Ambil Kebijakan Sendiri Soal Belajar Tatap Muka
intMarsma TNI Andi Kustoro Jabat Danlanud Rsn
  Apel kesiapan kontijensi bencana banjir, Karhutla dan antisipasi putusan MK.Antisipasi Banjir, Karhutla dan Keputusan MK, Polres Inhu Gelar Apel
Gubernur Riau H SyamsuarGubri Syamsuar tetap Jalani Aktifitas Pemerintahan
ilustrasiBerhias dengan Ghadhul Bashar
Komentar Anda :

 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved