www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Telkomsel Beri Apresiasi untuk Mitra Outlet Setia di Program Undian Digistar
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Timnas Jerman Tolak Pakai Seragam Mini, Lawan Seksualisasi Olahraga Senam
Selasa, 27 Juli 2021 - 10:38:29 WIB
Foto: Detik
Foto: Detik

JAKARTA - Dalam pertandingan olahraga biasanya ada aturan mengenai baju yang digunakan. Sayangnya para wanita tidak selalu nyaman dengan busana yang diseragamkan. Senam artistik adalah salah satu cabor yang dituntut untuk berpakaian minim saat perlombaan. Menentang seksualisasi terhadap olahraga mereka, timnas Jerman pun memilih untuk mengenakan seragam yang lebih tertutup di Olimpiade Tokyo 2020.

Timnas gimnastik Jerman yang terdiri dari Sarah Voss, Elisabeth Seitz, Kim Bui, dan Pauline Schaefer melakukan gebrakan saat berlaga di Olimpiade 2020. Mereka memutuskan tampil beda dan meninggalkan aturan tradisional. Jika biasanya para atlet senam mengenakan leotard serupa bikini, mereka justru tampil dengan unitard yang lebih tertutup.

Bukan karena ingin terlihat lebih stylish atau mencuri perhatian, timnas senam Jerman memang sengaja ingin mengutamakan kenyamanan dan melawan seksualisasi wanita dalam olahraga senam. Setelah didiskusikan bersama, keempatnya setuju untuk mengenakan unitard yang lebih tertutup di bagian kaki dan lengan. Ingin membangkitkan rasa nyaman dan percaya diri, mereka pun memilih untuk meninggalkan kostum seksi.

"Kami duduk bersama hari ini dan berkata, 'Oke, kami akan berlaga dalam kompetisi besar.' Kami ingin merasa hebat, kami ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kami terlihat hebat," ungkap Sarah Voss dilansir detik.

Sebelumnya ada stereotipe bahwa cabor gimnastik hanya diikuti oleh wanita muda yang cantik dan langsing juga berpakaian mini ketika berlaga. Timnas Jerman pun ingin menunjukkan bahwa mereka yang rata-rata berusia 26 tahun dan berpenampilan tertutup bisa memenangkan pertandingan.

"Tumbuh sebagai wanita, sulit untuk merasa nyaman dengan tubuhmu yang baru. Kami ingin memastikan semua orang merasa nyaman dan kami menunjukkan bahwa mereka bisa memakai apapun yang diinginkan dan terlihat bagus, apakah itu leotard atau yang pendek. Kami ingin menjadi panutan dalam apapun, untuk membuat semua orang punya keberanian untuk mengikuti kami," tambah Sarah.

Sayangnya timnas Jerman tidak berhasil melaju ke babak berikutnya. Meski begitu mereka telah membuat sejarah dan diprediksi akan menciptakan tren dalam dunia olahraga.

Perbincangan mengenai seragam atlet wanita belakangan jadi perhatian. Sebelumnya tim olahraga bola tangan putri asal Norwegia didenda 1.500 euro atau sekitar Rp 25,6 juta karena mereka menolak memakai celana bikini saat bertanding. Mendukung sesama wanita untuk mengenakan apa yang dirasa nyaman, penyanyi Pink bahkan menawarkan untuk membayarkan dendanya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Telkomsel terus memberikan apresiasi melalui program berhadiah menarik untuk para outlet penjual produk dan layanan Telkomsel yang setia. Melalui program Undian Digistar, Telkomsel memberikan beragam hadiah menarik dari mulai 5 unit Mobil Xpander, 15 Logam Mulia (10 gram) hingga Jutaan Rupiah Saldo Link Aja bagi para mitra outlet Digipos Aja yang aktif bertransaksi produk dan layanan Telkomsel.Telkomsel Beri Apresiasi untuk Mitra Outlet Setia di Program Undian Digistar
XL AxiataAxiata dan XL Axiata Lakukan Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat untuk Mengambilalih 66,03% Saham Link Net
Anggota DPRD Riau Marwan YohanisMarwan Yohanis: Pengawasan Distribusi Minyak Goreng di Riau Kurang
Walikota Dumai Serahkan DPA 2022, OPD Diminta Segera Laksanakan Program Kerja. 
Walikota Dumai Serahkan DPA 2022, OPD Diminta Segera Laksanakan Program Kerja
Pelaku begal Alvin SaputraTendang Korban hingga Jatuh, Begal Motor Scoopy Akhirnya Diringkus Polisi 
  Suzuki XL 7Penuhi Kebutuhan Bahan Bakar Minyak yang Sesuai untuk Menjaga Kinerja Mesin Tetap Optimal
PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berkolaborasi dengan tim Avatar (Ajak, Vaksin, Antar) Polres Pelalawan dan didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan melaksanakan vaksinasi di sekolah binaan RAPP pada 23-27 Januari 2022.Cegah Learning Loss, RAPP Tuntaskan Vaksinasi Anak Dosis I di Sekolah Binaan
Tokoh pendiri Pelalawan, Daslir MaskarViral Video Panglima DPP LLMB Lecehkan Pelalawan, Pendiri Pelalawan Ingin Kasus Ini Dibawa Ke Ranah Hukum
Sekda Pekanbaru M JamilPemko Pekanbaru Bakal Pinjam Pakaikan Gedung Eks OPD
Kepala Pelaksana BPBD Dumai Adyan Bangga Pranata HarahapCuaca Ekstrem, BPBD Dumai Tingkatkan Patroli Cegah Karhutla
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Jasa Raharja Riau Kunjungi Metro Riau Group
 
 
 
 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved