MISANO ADRIATICO - Marc Marquez menunjukkan bahwa kecepatan saja tidak cukup untuk memenangkan Sprint Race MotoGP San Marino 2026.
Pebalap Ducati itu juga mampu mengelola tekanan hingga lap-lap terakhir untuk mengamankan kemenangan di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Sabtu (12/9/2026) malam WIB.
Marquez finis terdepan setelah menjalani 13 lap Sprint Race. Marco Bezzecchi dari Aprilia harus puas di posisi kedua, sementara Jorge Martin melengkapi podium setelah finis ketiga.
Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan kegagalan Aprilia mengubah tekanan menjadi kemenangan.
Bezzecchi sempat memangkas jarak dengan Marquez hingga 0,7 detik, tetapi Ducati kemudian kembali memperlebar keunggulannya.
Marquez memulai balapan dari posisi kedua. Namun, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil alih kendali.
Begitu lampu start padam, pebalap Ducati tersebut langsung melewati Bezzecchi di Tikungan 1.
Dari titik itu, Marquez berusaha membangun jarak. Bezzecchi menjadi ancaman utama di belakangnya, sedangkan Martin harus bekerja lebih keras karena memulai balapan dari posisi kelima.
Martin memang berhasil memperbaiki posisi. Namun, pebalap Aprilia itu tidak langsung mampu masuk ke perebutan kemenangan.
Pada fase awal, ia justru berada di belakang Fabio Di Giannantonio.
Persaingan di kelompok depan mulai berubah pada lap ketiga. Alex Marquez naik ke posisi kelima setelah melewati Pedro Acosta dan Fermín Aldeguer.
Di depan, Marc Marquez tetap memimpin dengan Bezzecchi sebagai pengejar terdekat.
Tekanan terbesar bagi Marquez datang menjelang pertengahan balapan. Bezzecchi mampu menjaga jarak dan kemudian memangkas selisih menjadi sekitar 0,7 detik pada lap kesembilan.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Marquez merespons dengan meningkatkan ritme pada tiga lap terakhir.
Keunggulannya kembali melebar menjadi 0,812 detik pada lap ke-12 sebelum menembus lebih dari satu detik ketika memasuki lap terakhir.
Strategi Marquez terbukti efektif. Bezzecchi tidak lagi memiliki cukup ruang untuk melakukan serangan terakhir dan harus menerima posisi kedua.
Sementara itu, Martin memastikan podium ketiga setelah menyalip Di Giannantonio pada penghujung lap ketujuh.
Manuver tersebut membuat Martin keluar sebagai pebalap Aprilia kedua yang finis di tiga besar.
Di Giannantonio mengakhiri Sprint di posisi keempat, disusul Alex Marquez di urutan kelima.
Pedro Acosta finis keenam, diikuti Raúl Fernández, Fermín Aldeguer, Luca Marini, dan Johann Zarco yang melengkapi 10 besar.
Kemenangan ini menjadi sinyal penting bagi Ducati di Misano. Bukan hanya karena Marquez mampu mengalahkan dua pebalap Aprilia, tetapi juga karena ia berhasil mempertahankan kontrol ketika Bezzecchi mulai mendekat.
Bagi Aprilia, hasil tersebut menunjukkan bahwa kecepatan untuk menempel Ducati belum otomatis cukup untuk merebut kemenangan.
Bezzecchi sempat memiliki peluang, sementara Martin akhirnya merebut podium, tetapi Marquez mampu mengunci balapan pada fase yang paling menentukan.
Sprint Race San Marino pun menjadi pertarungan antara tekanan dan respons. Bezzecchi mampu memberikan ancaman, tetapi Marquez memiliki jawaban ketika balapan memasuki fase akhir.