www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Veda Ega Terlempar ke Posisi 20 di Aragon, Misano Jadi Momen Kebangkitan
Sabtu, 12 September 2026 - 19:53:00 WIB
Veda Ega.(foto: int)
Veda Ega.(foto: int)

JAKARTA - Performa Veda Ega Pratama di Moto3 Aragon menjadi sinyal yang perlu segera diperbaiki Honda Team Asia.

Pebalap asal Gunungkidul itu kembali gagal mencetak poin setelah hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-20 pada seri yang berlangsung akhir pekan lalu.

Hasil tersebut memperpanjang periode sulit Veda Ega di kelas Moto3. Dari empat seri terakhir yang dijalaninya, pebalap yang mendapat julukan Rocket Boy itu tiga kali gagal finis atau berada di luar zona poin, termasuk penampilan di Aragon.

Veda Ega sebenarnya masih berada di posisi yang cukup kompetitif dalam klasemen sementara.

Ia mengoleksi 97 poin dan hanya terpaut tujuh angka dari Hakim Danish yang menempati posisi kedelapan.

Namun, tren performanya menjadi persoalan tersendiri. Kegagalan mendapatkan poin di Aragon membuat peluang Veda Ega untuk memperkuat posisinya di papan atas klasemen kembali tertahan.

Masalah tersebut sudah terlihat sejak sesi latihan. Veda Ega tidak mampu menemukan kecepatan terbaik sejak Jumat dan harus memulai balapan dari posisi ke-22.

Posisi start itu membuat perjuangannya semakin berat. Di tengah ketatnya persaingan Moto3, kehilangan banyak posisi sejak awal membuat peluang mengejar kelompok depan menjadi semakin kecil.

Veda Ega mengakui persoalan tidak hanya muncul saat balapan. Menurutnya, sepanjang akhir pekan ia kesulitan menemukan performa yang sesuai harapan.

"Bukan hasil balapan yang saya inginkan di minggu ini. Memang sepanjang minggu ini saya merasa kesulitan dari sesi di hari Jumat, Sabtu, dan race," ujar Veda Ega.

Upaya memperbaiki posisi pada lap-lap awal juga tidak berjalan mulus. Ketika berusaha bergerak ke depan, Veda Ega sempat terlibat senggolan dengan pebalap lain yang kemudian membuatnya melakukan kesalahan.

"Dalam balapan saya mencoba untuk push, push, push untuk mengejar grup di depan. Ya sulit, kesulitan dengan sirkuit Aragon dengan grip yang menurut saya cukup licin," katanya.

Persoalan grip menjadi salah satu faktor yang membuat Veda Ega kesulitan mempertahankan ritme.

Kondisi tersebut membuat upaya mengejar kelompok di depannya tidak menghasilkan perubahan signifikan hingga finis.

Jika melihat rangkaian hasil sebelumnya, Aragon bukan satu-satunya seri ketika Veda Ega kehilangan momentum.

Ia juga gagal finis di Moto3 Amerika Serikat. Setelah itu, Veda Ega hanya mampu menempati posisi ke-16 di Moto3 Hungaria sehingga kembali gagal mendapatkan poin.

Situasi serupa terjadi di Moto3 Belanda ketika ia kembali tidak mampu menyelesaikan balapan dengan hasil yang menghasilkan tambahan angka.

Artinya, terdapat persoalan konsistensi yang perlu segera diselesaikan sebelum memasuki seri berikutnya.

Dengan 97 poin, Veda Ega masih memiliki peluang mempertahankan persaingan di papan atas. Akan tetapi, jarak tujuh poin dengan Hakim Danish menunjukkan bahwa posisi tersebut belum aman.

Sebaliknya, jika tren tanpa poin terus berlanjut, pebalap Indonesia itu berpotensi kehilangan momentum sekaligus semakin tertinggal dari rival-rivalnya.

Veda Ega pun memilih menjadikan kegagalan di Aragon sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk larut dalam hasil buruk.

"Minggu yang harus saya lupakan, dan ya saya ambil pelajarannya. Saya dan tim akan mencari tahu di mana titik poin yang saya bisa improve lagi," ujarnya.

Target berikutnya adalah Moto3 Misano. Seri tersebut menjadi kesempatan bagi Veda Ega untuk memutus tren buruk sekaligus kembali mengumpulkan poin.

"Pada seri di Misano saya akan mencoba lebih baik lagi," kata Veda Ega.

Pertanyaan besarnya kini bukan hanya seberapa cepat Veda Ega mampu bangkit, tetapi seberapa cepat Honda Team Asia dapat menemukan akar masalah yang membuat performanya sulit konsisten dalam beberapa seri terakhir.

Misano akan menjadi ujian penting. Jika mampu kembali masuk zona poin, Veda Ega dapat menjaga peluangnya dalam persaingan klasemen.

Sebaliknya, kegagalan berikutnya akan membuat tekanan terhadap performanya semakin besar.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Marc dan Alex Marquez berjaya di Sepang, Malaysia (foto/Sc IG MotoGP)Marc Marquez Juara MotoGP Malaysia 2026, Pedro dan Alex Lengkapi Podium
Bambang Prayetno menyampaikan kata sambutan usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Dumai Periode 2026-2029 pada Konferkot PWI Dumai (foto/ist)Wawako Sugiyarto Buka Konferkot PWI Dumai, Bambang Kembali Terpilih Aklamasi
PWA Riau gelar diskusi parenting, orang tua diajak kenali minat dan bakat anak sejak dini (foto/ist)PWA Riau dan Umri Kolaborasi, Bahas Pentingnya Kesehatan dalam Pembangan Potensi Anak
Polisi tangkap seorang DPO Curat dana ATM yang viral di Ukui (foto/Andy)Seorang DPO Curat Dana ATM Viral Diciduk Tim Polsek Ukui di Medan
  BYD Atto 1.Atto 1 Jadi Andalan, Penjualan BYD di Indonesia Capai 46.700 Unit
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah (foto/int)PUPR Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, Sisa 12 Km Ditargetkan Rampung Desember
Ilustrasi Dumai dan Inhu terbanyak (foto/int)Hotspot di Sumatra Capai 280, Riau Terdeteksi 9 Titik Tersebar di Lima Wilayah
Ditutup Wabup Hendrizal, Inhu Expo 2026 hadirkan hiburan hingga pembagian doorprize (foto/ist)Inhu Expo 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Meriahkan Malam Penutupan di RTH Rengat
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto (kanan) mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq (kiri) memberikan pemaparan kepada media seusai memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (30/10/2026). ANTARA/HO-APHIAPHI Kerahkan Regu Pemadam dan Siapkan Sumur Bor untuk Tangani Karhutla di Kalteng
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved