BOLOGNA – Ducati mengambil keputusan besar menjelang era baru MotoGP. Pabrikan asal Italia itu resmi mengakhiri kerja sama dengan Francesco Bagnaia dan menunjuk Pedro Acosta sebagai pembalap baru yang akan mendampingi Marc Marquez di Ducati Lenovo Team mulai musim 2027.
Pengumuman tersebut disampaikan Ducati melalui akun media sosial resminya. Perpisahan dengan Bagnaia menandai berakhirnya perjalanan panjang sang pembalap Italia yang telah menjadi bagian penting tim selama delapan musim terakhir.
Dalam unggahannya, Ducati menyampaikan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
"Jalan yang berbeda, tantangan baru, namun betapa indahnya perjalanan penuh emosi yang kita lalui bersama. Pecco dan Ducati akan berpisah pada akhir musim MotoGP 2026," tulis Ducati.
Keputusan ini sekaligus menutup satu era yang pernah menghadirkan kesuksesan besar bagi Ducati bersama Bagnaia.
Namun, perubahan performa dalam dua musim terakhir membuat masa depan kedua pihak akhirnya berjalan ke arah berbeda.
Tak lama setelah mengumumkan perpisahan tersebut, Ducati langsung memperkenalkan penggantinya. Nama Pedro Acosta resmi diumumkan sebagai rekrutan anyar tim pabrikan.
"Setiap langkah adalah risiko yang telah diperhitungkan, tak ada ruang untuk kesalahan. Permainan berakhir. Pedro Acosta berhasil lolos dari pertarungan terakhir. Selamat bergabung, Pedro!" tulis Ducati.
Pabrikan asal Borgo Panigale itu juga memastikan bahwa pembalap muda Spanyol tersebut akan membela Ducati Lenovo Team dengan kontrak berdurasi dua tahun mulai musim 2027.
Keputusan Ducati tidak lepas dari performa Bagnaia yang mengalami penurunan dalam dua musim terakhir.
Setelah menjadi salah satu pembalap paling kompetitif di grid MotoGP, performanya mulai tertinggal dari para rival.
Sepanjang musim 2026, Bagnaia belum mampu meraih kemenangan balapan. Hasil terbaiknya hanya finis di posisi ketiga sebanyak empat kali secara beruntun, mulai dari seri Catalunya hingga Grand Prix Republik Ceko.
Rentetan hasil tersebut belum cukup mengangkat posisinya di klasemen. Hingga pertengahan musim, pembalap binaan akademi Valentino Rossi itu masih tertahan di peringkat ketujuh.
Di sisi lain, Pedro Acosta terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pembalap berusia 22 tahun itu menjadi salah satu nama paling menjanjikan di MotoGP dan berhasil menjaga konsistensi bersaing di papan atas.
Musim ini, Acosta menempati posisi keempat klasemen sementara dan telah dua kali finis sebagai runner-up. Konsistensi tersebut diyakini menjadi salah satu alasan utama Ducati memilihnya sebagai bagian dari proyek jangka panjang tim.
Kehadiran Acosta juga mempertegas strategi Ducati untuk membangun kombinasi ideal antara pengalaman dan agresivitas muda.
Bersama Marc Marquez yang sebelumnya telah memperpanjang kontrak hingga 2028, Ducati berharap dapat mempertahankan dominasi mereka dalam persaingan MotoGP beberapa musim ke depan.
Dengan bergabungnya Acosta, MotoGP 2027 diprediksi menghadirkan salah satu duet paling menarik di lintasan.
Kombinasi juara dunia berpengalaman seperti Marc Marquez dan talenta muda berbakat Pedro Acosta berpotensi menjadi kekuatan baru yang sulit ditandingi para rival.