PEKANBARU – Pengurus KONI Riau menyatakan kesiapan untuk berkantor di Stadion Utama Riau. Langkah ini sejalan dengan instruksi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang ingin mengoptimalkan pemanfaatan aset stadion dengan menjadikannya pusat aktivitas olahraga, termasuk kantor KONI dan cabang olahraga (cabor).
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Riau Iskandar Hoesin melalui Wakil Ketua I KONI Riau, Khairul Fahmi. Meski menyambut positif rencana pemindahan tersebut, KONI berharap pemerintah turut menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar operasional organisasi dapat berjalan maksimal.
"Kita mengapresiasi arahan Gubernur itu mengenai hal itu (pemindahan kantor). Asal ya fasilitasnya disiapkan. Karena KONI dengan dana hibah tidak bisa menyiapkan itu," ujar Fahmi, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan renovasi dan penataan ruangan di Stadion Utama Riau menjadi tanggung jawab instansi terkait. Persiapan ruang kantor dapat dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Fahmi menilai, kebijakan pemindahan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali fungsi Stadion Utama Riau yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Tak hanya KONI Riau, sejumlah cabang olahraga yang belum memiliki sekretariat juga direncanakan menempati kawasan stadion. Bahkan, seluruh cabor di Riau berpotensi dipusatkan di lokasi tersebut.
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto melakukan peninjauan langsung ke Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, pada Jumat (22/5/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan komitmennya untuk membenahi area basement stadion yang memiliki banyak ruangan dan dinilai layak dijadikan pusat aktivitas olahraga.
"Basement stadion ini kan ruangannya banyak. Memang dibangun untuk menampung segala kegiatan, ini yang akan kita maksimalkan. Nanti dibenahi semuanya," kata Plt Gubri.
Salah satu instruksi yang langsung disampaikan adalah memindahkan kantor KONI Riau yang saat ini berada di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, ke Stadion Utama Riau.
"Kita minta KONI pindah kantor ke sini (Stadion Utana Riau). Kantor lama itu dikosongkan, nanti meja di sana dipindahkan, kalau memang kekurangan meja, kita tambah," katanya.
Selain itu, SF Hariyanto juga meminta Dispora Riau berkoordinasi dengan Dinas PUPR-PKPP untuk menyiapkan desain dan skema ruangan yang akan digunakan oleh KONI maupun cabang olahraga.
"Dispora nanti sama PUPR koordinasi. Ada 64 cabang olahraga, mereka semua harus di sini, pindahkan semuanya. Kalau ruangannya luas, bisa dibagi untuk 2 atau 3 cabor, nanti diberi sekat, bagaimana penetapannya," ujarnya dikutip dari MCRiau.
Pemprov Riau berharap keberadaan KONI dan puluhan cabang olahraga di Stadion Utama Riau tidak hanya mengoptimalkan fungsi aset daerah, tetapi juga meningkatkan aktivitas di kawasan stadion. Dengan demikian, potensi tindak kejahatan seperti pencurian fasilitas, perilaku menyimpang, hingga aksi pembegalan dapat diminimalkan.