JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menorehkan sejarah di pentas sepak bola Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions musim 2025/2026. Klub asal Prancis tersebut keluar sebagai juara usai menundukkan Arsenal melalui drama adu penalti dalam partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
PSG sempat berada dalam tekanan sejak awal pertandingan. Arsenal berhasil membuka keunggulan cepat melalui gol Kai Havertz pada menit keenam, membuat tim asuhan Luis Enrique tertinggal hingga memasuki babak kedua.
Namun, PSG mampu bangkit dan menyamakan kedudukan setelah mendapatkan hadiah penalti. Ousmane Dembele yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan mengubah skor menjadi 1-1.
Hasil imbang bertahan hingga waktu normal berakhir. Pada babak perpanjangan waktu selama 2x15 menit, kedua tim juga gagal mencetak gol tambahan sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak penentuan tersebut, Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah dua penendangnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menuntaskan tugas. Sementara dari kubu PSG, hanya Nuno Mendes yang tidak mampu menjebol gawang David Raya. PSG akhirnya menang dengan skor adu penalti 4-3 dan memastikan trofi Liga Champions tetap berada dalam genggamannya.
Keberhasilan mempertahankan gelar membuat PSG mencatatkan prestasi bersejarah di kompetisi antarklub Eropa. Berdasarkan data Opta, PSG menjadi klub ketiga yang mampu meraih gelar Liga Champions atau Piala Champions Eropa serta juara liga domestik dalam dua musim beruntun.
Sebelumnya, pencapaian serupa pernah diraih Real Madrid pada musim 1956-57 dan 1957-58, serta Ajax Amsterdam pada musim 1971-72 dan 1972-73.
Meski demikian, PSG mencatatkan sejarah tersendiri sebagai klub pertama di era Liga Champions modern yang mampu mempertahankan gelar Eropa sekaligus menjuarai kompetisi domestik secara beruntun. Real Madrid dan Ajax meraih pencapaian tersebut saat kompetisi masih menggunakan format Piala Champions Eropa.
Di sisi lain, kekalahan ini kembali memperpanjang penantian Arsenal untuk meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Dari dua kesempatan tampil di partai final, The Gunners selalu gagal membawa pulang gelar juara.
Sebelumnya, Arsenal juga harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 1-2 pada final Liga Champions tahun 2006.
Kegagalan di Budapest semakin mempertegas catatan kurang beruntung Arsenal di kompetisi elite Eropa. Klub asal London tersebut kini tercatat sebagai tim dengan jumlah penampilan terbanyak di Piala/Liga Champions tanpa pernah sekalipun meraih gelar juara, dengan total 226 pertandingan yang telah dijalani.